Category: karbon

Hutan Nagari Menurunkan Emisi

Berbagai bencana ekologis yang terjadi belakangan ini, tidak lepas dari dampak perubahan iklim yang sudah menjadi bahasan sejak beberapa dekade belakangan ini. Sumatera Barat, dengan sumber daya alamnya memiliki potensi besar dalam penurunan emisi karbon. Dari analisa tutupan lahan yang dikonversi menjadi nilai emisi karbon yang dilakukan Komunitas Konservasi Indonesia WARSI Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) dengan skema hutan nagari hutan kemasyarakatan merupakan pengelolaan hutan yang paling rendah menimbulkan emisi karbon.
Continue Reading

Forum Kampanye Perubahan Iklim

20 aliansi yanng tergabung dari pemerintah, perguruan tinggi, LSM di Jambi membentuk sebuah forum kampanye bersama dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon di Provinsi Jambi. Forum ini berusaha mensinergikan kegiatan kampanye yang terpadu hingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengerti tentang perubahan iklim, dan upaya mitigasi dan adaptasi yang dilakukan.
Continue Reading

Menjadikan Sumbar pilot Project PHBM

Ketika isu perubahan iklim mulai digulirkan, laju degradasi dan deforestasi tetap saja tinggi, akibat dikonversinya hutan menjadi peruntukan lain. “Saat ini hutan Sumatera hanya tinggal kira-kira 15 juta ha dari 443 juta ha luas Pulau Sumatera. Ini memperlihatkan bahwa di Sumatera yang masih berupa hutan hanya di kawasan-kawasan konservasi dan yang dilindungi masyarakat,”sebut Rakhmat pada acara lokakarya yang diselenggarakan oleh KKI Warsi tanggal 28 - 30 Mei 2012 di Hotel Mercure Padang.
Continue Reading

Jambi Menuju Pembangunan Rendah Karbon

Angka emisi memperlihatkan Indonesia adalah negara terbesar ketiga penghasil emisi di dunia, sebagian besar berasal dari perusakan hutan dan lahan gambut. Indonesia telah melakukan model pembangunan tinggi karbon, dengan perusakan hutan dan penggunaan energi kotor.
Continue Reading

Moratorium Izin Di Hutan Alam Dan Kawasan Gambut

Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Norwegia telah menandatangani letter of intent (LoI) (surat kesepakatan) pada akhir Mei lalu. Pemerintah Norwegia memberikan dana hibah sebesar 1 milyar dolar atau sekitar Rp 9 triliyun untuk mengurangi emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan melalui skema Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD)/mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan kepada pemerintah Indonesia.
Continue Reading

Pesan Dari Kampung Untuk Masyarakat Global

Sejalan dengan rangkaian pelaksanaan Musyawarah Besar Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI dan hari jadi yang ke18, maka KKI WARSI akan menyelenggarakan Lokakarya ?Pesan dari Kampung untuk Masyarakat Global Dalam Menghadapi Perubahan Iklim?. Lokakarya ini diharapkan menjadi media awal untuk menyalurkan berbagai informasi yang diperoleh selama konsultasi pada berbagai pemangku kepentingan utama yang terkait dengan perubahan iklim secara umum dan REDD pada khususnya, sehingga suara-suara tersebut bisa menjadi rujukan terhadap berbagai kebijakan yang akan diambil terkait skema tersebut.
Continue Reading

Potensi Cadangan Karbon Hutan Adat Guguk Milyaran Rupiah

Sejak didengungkan pada UNFCC di Bali akhir 2007 lalu, skema perdagangan karbon mulai dibangun. Indonesia selaku penggagas perdagangan karbon melalui skema REDD masih belum menentukan mekanisme dan metodologi yang tepat untuk pengukuran potensi karbon. Untuk itulah perlu dikembangkan metodologi sederhana dengan hasil perhitungan akurat serta mampu dilakukan masyarakat.
Continue Reading

Dari Masyarakat Jambi Untuk Kenyamanan Bumi

Pemanasan global dan perubahan iklim, semakin nyata mengancam kehidupan manusia. Secara sederhana dampak perubahan ini terlihat ketika musim yang tidak bisa lagi bisa diprediksi, suhu bumi yang semakin tinggi dan penyakit yang semakin beragam. Pemanasan global yang terjadi saat ini, merupakan dampak dari perilaku global, sehingga penanganannya juga harus bersifat global. Bumi yang kita diami benar-benar dalam ancaman nyata, jika tidak melakukan apapun untuk mengatasi pemanasan global.
Continue Reading

Seminar Regional Sumatera

Modernisasi dunia yang telah berlangsung sejak tiga abad belakangan, telah mengirimkan sinyal bahaya menyangkut kompleksitas interaksi ekologi yang menopang kehidupan di Bumi. Kegiatan manusia, khususnya dalam hal produksi dan konsumsi energi yang menggunakan bahan bakar fosil dan tindakan deforestasi, untuk menciptakan berbagai sarana yang menunjang 'kenyamanan' hidup telah membuat atmosfer Bumi dipenuhi gas-gas buangan yang volumenya semakin besar. Rata-rata emisi tahunan karbon dioksida di dunia meningkat pesat tiga kali lipat pada kurun mulai tahun 2000 hingga sekarang, bila dibandingkan dengan era tahun 1990-an.
Continue Reading

Kearifan Lokal Pengelolaan Hutan,

Sir Nicholas Stern, --penasehat ekonomi akibat perubahan iklim dan pembangunan untuk Pemerintah Inggris--, selama dua hari berada di Jambi. Dalam kunjungan yang didampingi oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Charles Humphrey, Stern mengunjungi Desa Guguk Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin. Sebelumnya Stern juga dijadwalkan mengunjungi Desa Lubuk Beringin Kecamatan Batin III Ulu Kabupaten Bungo, namun kunjungan ke Lubuk Beringin terpaksa dibatalkan karena ada kerusakan mesin pada heli yang akan menerbangkan Stern dan rombongan ke desa yang mengembangkan rubber agroforest. Stern melihat langsung bentuk pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah diterapkan di desa dampingan KKI Warsi ini.
Continue Reading