Category: kebakaran

19 Titik terdeteksi dalam sepekan terakhir

Pantauan Satelit Terra Agua dari NASA tanggal 30 Agustus sampai 4 September 2017 terdapat 19 titik panas di Provinsi Jambi. Titik panas ini diantaranya terpantau di kawasan konsesi PT Wira Karya Sakti sebanyak 4 titik, PT Lestari Asri Jaya 2 titik, Samhutani 1 titik, Arangan Hutan Lestari 2 titik.
Continue Reading

Workshop Peluang dan Tantangan Implementasi Perda Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 lalu telah meluluhlantakkan hutan dan lahan gambut di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Pasca kejadian itu, para pihak berusaha mencari solusi dalam rangka mitigasi kebakaran di tahun-tahun yang akan datang. Di tingkat pusat, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. Perpres ini menjadi payung hukum dalam melakukan restorasi lahan gambut seluas 2 juta hektar lebih yang terbakar, serta menjadi pedoman bagi para pihak untuk menjaga dan merawat lahan gambut yang masih tersisa.
Continue Reading

Kasus Asap, Berkas Empat Perusahaan Siap Diadili

Berkas empat perusahaan yang sudah dilakukan tahapan penyidikan terkait kasus Kebakaran Hutan dan Lahan telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi Jambi. Hal ini disampaikan Kanit Reserse Tindak Pidana Tertentu Salpandri dalam Seminar Hasil Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Konsesi Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan di Provinsi Jambi.
Continue Reading

Presiden Dan Menteri Kunjungi Orang Rimba

Orang Rimba di Kecamatan Air Hitam Sarolangun dikunjungi Presiden Joko Wi dodo dan sejumlah menteri. Presiden dan rombongan datang dengan menggunakan Heli Super Puma tersebut langsung melihat kondisi Orang Rimba, baik yang masih tinggal di bawah sawitan PT Sari Aditya Loka (SAL), ASTRA group dan Orang Rimba yang sudah dimukimkan di perumahan sosial di Desa Bukit Suban.

Continue Reading

Ketika Orang Rimba Terpapar Asap

Bencana kabut asap telah menyesakkan masyarakat Sumatera dan Kalimantan. Tidak ketinggalan Orang Rimba yang mendiami hutan-hutan sekunder di Provinsi Jambi.
Continue Reading

Janji Penting Perusahaan Sawit Menghentikan Deforestasi

Siaran Pers Bersama Terkait Kebijakan Nol Deforestasi Astra Agro Lestari:
Di tengah bencana kabut asap yang melanda Asia Tenggara, Astra Agro Lestari, pelaku industri sawit terbesar kedua di Indonesia, telah meluncurkan kebijakan yang kuat untuk perlindungan hutan, komunitas lokal, serta larangan pembakaran hutan di setiap rantai suplainya. AAL adalah pelaku di sektor industri sawit yang penting secara politik, dan berpotensi mendukung upaya-upaya masif pemerintah dalam mengatasi deforestasi.
Continue Reading

Pemerintah Lamban, Kebakaran Gambut Meluas

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi terutama di kawasan gambut semakin menggila. Berdasarkan pantauan Citra Satelit TM 8 tertanggal 5 September 205 dan analisis yang dilakukan Divisi Geographic Information System (GIS) Komunitas Konservasi Indonesia WARSI terpantau sudah hampir 33.745 ha kawasan gambut yang terbakar di dua Kabupaten yaitu Tanjung Jabung Timur dan Muara Jambi. Kebakaran terjadi di kawasan Hutan Tanaman Industri seluas 3.089 ha, meliputi lahan PT Wira Karya Sakti dan Diera Hutani Lestari. Kebakaran juga terjadi HPH seluas 5.790 ha, yaitu PT Pesona Belantara Persada dan PT Putra Duta Indah Wood.
Continue Reading

9.149 Ha Gambut Terbakar,

Kebakaran hutan dan lahan ternyata kembali berulang tahun. Dari data sebaran titik api yang dihimpun Divisi GIS Komunitas Konservasi Indonesia WARSI sepanjang 2015 (data sampai tanggal 26 Agustus) terdapat 711 titik api dengan konviden level 80 % validasi LAPAN. Jumlah titip api ini terbanyak dibanding tahun sebelumnya dan masih sangat berpotensi untuk terus bertambah mengingat musim kemarau masih berlanjut.
Continue Reading

Kebakaran Gambut Semakin Menggila

“kebakaran gambut menjadi persoalan berulang yang terjadi di Jambi, setiap kemarau sudah bisa di pastikan kebakaran gambut akan terjadi dan kini kita melihat kondisinya malah sulit untuk dikendalikan. Hal ini terlihat dari rambatan api yang terus menjalar di lahan gambut,”kata Kurniawan Asisten Koordinator Komunitas Konservasi Indonesia WARSI.
Continue Reading

30 Titik Api Terpantau

“Jika dilihat dari sebaran titip api yang terpantau kebakaran hutan ini terjadi dalam kawasan perusahaan yang memiliki izin resmi, kemudian dalam kawasan hutan yang terkategori open akses (hutan bekas perusahaan yang sudah dikembalikan ke negara), dan kebakaran pada kawasan kelola masyarakat (APL),” kata Manager Komunikasi KKI WARSI Rudi Syaf.
Continue Reading

Jambi Komitmen Kendalikan Bencana Kebakaran

Jambi, yang menduduki peringkat kedua sebagai provinsi penyumbang kebakaran terbanyak di Sumatera setelah Provinsi Riau, mendapatkan tamparan keras dengan jumlah nilai ekonomi yang disebabkan dari dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah gambut. Tingginya angka kerugian ini yang mencapai Rp 19 triliun ini diharapkan membuka mata banyak pihak bahwa bencana kebakaran bukan menjadi sebuah ritual tahunan yang harus dirasakan masyarakat Jambi dan provinisi hingga negara tetangga . Komitmen untuk pengendalian bencana kebakaran ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Hukum dan Politik, Husni Djamal terkait dengan upaya-upaya nyata yang dilakukan untuk membuat sistem peringatan diri dan upaya penegakan hukum atas pelaku pembakaran, �Dengan melihat banyaknya kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan gambut ini, saya akan merekomendasikan kepada Gubernur untuk membangun sistem terpadu dalam pengendalian kebaran misalnya dalam bentuk sistem peringatan dini (EWS) dan juga adanya penegakan hukum untuk para pelaku pembakaran ini tidak menutup kemungkinan perusahaan juga bisa dijerat,� tegasnya.
Continue Reading

Kebakaran Gambut Berpotensi Menimbulkan Rp 19,064 Triliyun

Kebakaran lahan gambut yang terjadi di tiga kabupaten di Provinsi Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Muara Jambi menimbulkan dampak kerugian ekonomi Rp 19,064 Triliyun dengan luas lahan gambut yang terbakar 286.527,3 ha dengan volume gambut yang terbakar lebih dari 46 juta meter kubik.
Continue Reading

Menuntut Tanggung Jawab Penyebab Kabut Asap

Komunitas Konservasi Indonesia WARSI menyayangkan lambat dan kurang responsifnya pemerintah terhadap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap. Kerugian kesehatan dan ekonomi serta ekologis akibat kabut asap seolah dianggap sebagai bencana tahunan yang terjadi setiap musim kemarau. Padahal, dengan bermacam regulasi yang sudah ada, kebakaran hutan dan lahan sudah bisa dikendalikan sejak awal. Hal ini disampaikan Rudi Syaf Manager Komunikasi KKI WARSI dalam konferensi Pers yang digelar di Kantor KKI WARSI Senin, 27 Oktober 2014.
Continue Reading

Hasil Polling KKI Warsi Soal Kebakaran Hutan

Pemerintah, dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan yang menimbulnya kabut asap. Hal ini terungkap dari hasil polling melalui web site KKI Warsi, www.warsi.or.id, yang telah berlangsung sejak Juni 2003 lalu, hingga November 2006 ini. Dari seluruh responden yang memberikan suaranya 52,29 persen menyatakan pemerintah yang paling bertanggung jawab. Sebanyak 27,56 persen menyatakan perusahaanlah yang paling bertanggung jawab. Sisanya 20,15 persen menyatakan masyarakat yang harus bertanggung jawab.
Continue Reading

Aksi Simpatik Peduli Asap KKI Warsi

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi melakukan aksi simpatik dengan membagikan sekitar 2.000 masker kepada masyarakat kota Jambi dan 1.000 masker lainnya di Muarabulian, Batanghari secara serentak, Sabtu (12/9).
Continue Reading