Category: konflik or

Sidang Adat Penganiayaan Orang Rimba

Lebih dari 50 Orang Rimba Kelompok Tumenggung Meladang meninggalkan kantor Camat Air Hitam Kabupaten Sarolangun  Senin Sore (1/10) yang menjadi lokasi sidang adat penganiayaan Beconteng. Dua hari sebelumnya Beconteng dianiaya oleh Satpam perusahaan, dituduh mencuri brondolan sawit di kebun milik PT Jambi Agrowiyana (JAW). Dalam sidang adat yang membicarakan nilai yang harus dibayarkan perusahaan kepada Orang Rimba. Ketika tidak terjadi kesepakatan Orang Rimba meninggalkan lokasi dan tidak mau melanjutkan sidang.

Malamnya meski lobi-lobi  pembayaran denda adat dilanjutkan. Perusahaan berusaha membujuk Orang Rimba untuk mencapai kata sepakat kata adat. Seperti ada upaya untuk meredam kemarahan Orang Rimba. Hingga akhirnya Orang Rimba menerima tawaran perusahaan untuk denda adat dan kasusnya dianggap selesai.

Continue Reading

Lagi kekerasan aparat perusahaan menimpa Orang Rimba

Beconteng (23) Orang Rimba dari anggota kelompok Tumenggung  Meladang masih terbaring lemah di pondok beratapkan plastik hitam yang dalam bahasa rimba disebut sesudongon.  Pemukiman Orang Rimba ini berada di perkebunan karet milik masyarakat Desa Jernih Kecamatan Air Hitam Sarolangun. Memar di wajahnya masih terlihat jelas, gumpalan darah sekitar hidungnya masih menyisakan bekas. Sesekali ia batuk dan dari  ludahnya masih tercampur dengan darah.

Dengan lirih Beconteng menceritakan kisah pilu yang dialaminya.  Luka yang dideritanya merupakan buah kekerasan dan perlakukan kasar  dari Satpan Perusahaan Jambi Agro Wiyana (JAW) anak perusahaan perkebunan Sinar Mas Plantation yang tak jauh dari sesudungon tempat ia bermukim.  Kejadian naas itu terjadi pada Sabtu (29/9) kemarin.  Hari itu, Beconteng bersama dengan Serah, Mbuda' dan Besilo berboncengan dengan dua sepeda motor pergi berburu dengan  membawa dua senjata rakitan kecepek. Orang Rimba sudah terbiasa melewati jalan ini, karena wilayah ini merupakan ruang jelajah mereka untuk mencari hewan buruan jauh sebelum kawasan itu berubah menjadi perkebunan sawit.

Continue Reading

Orang Rimba mengadukan PT SAL ke Rajo Godong

Lima Tumenggung Orang Rimba mengadukan nasib mereka ke Gubernur Jambi.   Sejak Selasa pagi (28/8) para Tumenggung ini sudah datang ke kantor gubernur,  sempat di pingpong hingga kemudian diminta untuk menunggu Asisten III.  Mereka baru bisa bertemu dengan Asisten III Setda Provinsi Jambi setelah jam 14.00. Lama menunggu tidak masalah bagi Orang Rimba asalnya persoalan mereka bisa didengarkan pemerintah dan dicarikan jalan keluarnya.

Continue Reading

WARSI sesalkan kekerasan pada Orang Rimba

Selasa sore (19/6) berubah jadi hari yang menakutkan dan mencekam bagi kelompok Hari dan Badai, Orang  Rimba yang  bermukim di perumahan sosial Pasir Putih Desa  Dwi Karya Bakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Jambi. Sabtu (16/6)  tepat di hari lebaran kedua Idul  Fitri Orang Rimba dari 51 KK Orang Rimba di lokasi ini  sudah mualaf itu mendapat kunjungan dari Ilham, Orang Rimba dari Kelompok Kitap yang bermukim sekitar Nalo Tantan  Kabupaten Merangin. 

Continue Reading

Orang Rimba Diintimidasi dan Diusir oleh Wana Perintis

Lagi-lagi Orang Rimba mengalami nasib yang menyedihkan, diintimidasi dan diusir dari lokasi yang selama ini menjadi wilayah mereka, tepatnya dalam kawasan kebun karet PT Wana Perintis yang berada di wilayah Terap yang berada di Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batanghari.
Continue Reading

Ketika Sudung dan Kain Orang Rimba Hangus Terbakar

“Hopi ado koin lagi (tidak ada kain lagi),”kata Induk nengkaram menjelaskan. Menurutnya sangat tidak layak kalau bayi di gendong dengan kain warna gelap. Harusnya dengan yang berwarna terang. Namun apa daya, ketika pemukiman Orang Rimba di bakar oleh karyawan PT PT Bahana Karya Semesta (BKS) anak perusahaan Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk beberapa waktu lalu turut menghabiskan semua harta benda Orang Rimba.
Continue Reading

Bentrok Orang Rimba dan Karyawan PT. BKS

Orang Rimba lagi-lagi menjadi korban kekerasan konflik perebutan sumber daya. Tepat di hari peringatan lahirnya Pancasila 1 juni 2016, sekelompok Orang Rimba yang membuat sudung (rumah beratap terpal tanda dinding berlantai kayu-kayu kecil yang di susun rapat) di Divisi IV areal perkebunan PT Bahana Karya Semestra (BKS) mendapat teguran dari aparat satuan pengamanan (satpam) perusahaan. Orang rimba yang bermukim di lokasi itu diminta untuk meninggalkan lokasi .
Continue Reading

Kealfaan Negara Pada Orang Rimba

W ARSI mempertanyakan peran negara terhadap konflik-konflik yang melibatkan Orang Rimba yang belakangan sering terjadi. Di permukaan konflik yang terjadi sudah langsung diredam dengan adanya perjanjian damai. Hanya saja kesepakatan damai ini, belum akan mampu mengatasi persoalan konflik yang diamali oleh orang rimba di masa yang akan datang.
Continue Reading

Joni Alami Gegar Otak, Gilan Tewas

Joni mengalami gegar otak, berdasarkan hasil rontgen yang dilakukan di Rumah Sakit Abunjani Bangko. Joni yang merupakan Orang Rimba SP A Pemenang Kecamatan Pemenang Kabupaten Merangin, korban amuk massa warga Desa Bunga Antoi Pemenang. Tindak kekerasan yang dialami Joni, berawal ketika dia dan rekannya Gilan Orang Rimba SP C Pelakar Jaya, Pemenang hendak menuju rumah kerabat Gilan di sekitar perkebunan JAW Sarolangun. ?Malam itu (kamis 13/1) sekitar jam 11 malam, Joni dan Gilan mengendarai sepeda motor melintasi jalan poros satu-satunya yang menghubungkan Pelakar Jaya ke Jalan Lintas Sumatera guna menuju ke Sarolangun.
Continue Reading

Wakil Temenggung Mlahir Tewas Mengenaskan

Seorang Rimba, Wakil Temenggung Mlahir, harus tewas dengan mengenaskan setelah terjatuh dari kendaraan alat berat (wheel loader) milik seorang pengusaha kayu yang melakukan operasi illegal logging di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) atau tepatnya di daerah Pasir Putih, Kejasung Besar, Muarasebo Ulu, Selasa (18/5).
Continue Reading

Palu Kematian, Ganjaran Bagi Pembunuh Keluarga Suku Anak Dalam

Pengadilan Tinggi Jambi menolak banding tiga terpidana mati kasus pembunuhan keluarga Suku Anak Dalam (Orang Rimba) dan justru menguatkan vonis mati yang dijatuhkan Pengadilan Negri Bangko. Ketiga terdakwa mengaku pasrah menunggu detik-detik kematian mereka.
Continue Reading

WARSI : Usut pembunuhan Enam Orang Rimba

Kematian enam anggota masyarakat dalam satu keluarga dari komunitas Orang Rimba, yang baru diketahui Selasa (16/1) lalu merupakan tindakan kriminal yang sangat luar biasa dan memprihatinkan. Tindakan itu sudah tidak mengenal rasa kemanusiaan dan sangat brutal. Oleh karena itu, pihak keamanan diharapkan untuk bisa menemukan tersangka pembunuh sadis itu dan tidak mendiamkan begitu saja.

Warsi sebagai LSM yang sudah mendampingi Orang Rimba selama lima tahun, hingga kini masih melakukan investigasi tentang musibah yang dialami Orang Rimba. Sebab, kehilangan enam nyawa bagi Orang Rimba merupakan tragedi kemanusiaan yang luar biasa. Belum pernah terjadi dalam komunitas ini, ada anggotanya meninggal seketika dalam jumlah sebanyak itu, apalagi dalam bentuk kekerasan fisik. Oleh karena itu, Warsi menolak dugaan pihak kepolisian yang menyebutkan, pembunuhan itu berindikasi adanya perang atau konflik antar kelompok Orang Rimba. Dengan kata lain dugaan itu menyebutkan, tersangka pembunuh adalah kelompok Orang Rimba sendiri. Penolakan ini bukan sekedar membantah keterangan polisi, tapi berdasarkan budaya mereka dan pengalaman Warsi yang telah mendampingi mereka dalam waktu yang cukup lama.

Continue Reading