NEWS RELEASE:

135 Kartu Sehat Mulai Didistribusikan Ke Orang Rimba Tnbd


Dari 500 kartu sehat yang diberikan Dinas Kesehatan Merangin untuk 500 KK Orang Rimba Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi, hanya 135 kartu yang bisa didistribusikan. Hal ini disebabkan sulitnya memperoleh data keluarga Orang Rimba secara cepat.

Wilayah tinggal mereka tidak saling berdekatan alias membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk dikunjungi oleh Fasilitator Kesehatan KKI (Komunitas Konservasi Indonesia) Warsi, Sutardi Diharjo, sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk peredaran kartu tersebut. Kesulitan mendapatkan data Orang Rimba ini sangat terasa pada komunitas yang menyebar di Jalan Lintas.

Namun pada dasarnya Orang Rimba sangat terbuka dalam memberikan data anggota keluarga mereka untuk keperluan kartu sehat ini Bahkan ada yang sangat bersemangat sekali memberikan informasi saat didatangi Sutardi, mereka juga memberikan data keluarga di kelompok lainnya. Keinginan berobat secara medis pun kian terlihat besar dari Orang Rimba dengan mereka tahu ada 500 kartu sehat untuk mereka.

Bersamaan dengan kian besarnya perhatian dari Dinas Kesehatan Merangin untuk kesehatan Orang Rimba ini diyakini ke depan akan membuat Orang Rimba kian tergerak benar-benar mengalihkan sistem pengobatan secara tradisional ke layanan medis.



Sehingga begitu merasakan sesuatu tidak beres di tubuh mereka, mereka segera saja berobat ke puskesmas dan rumah sakit yang terdapat di dekat lokasi tinggal mereka.

Prioritas pemberian kartu sehat ini (karena belum bisa total disebarkan 500 lembar tersebut) masih ditujukan pada kasus-perkasus alias untuk Orang Rimba yang memang memerlukan perawatan segera dari puskesmas/rumah sakit. Misalnya pada mereka yang membutuhkan layanan intensif atau operasi.

Seperti belum lama ini dua anak rimba Makekal hulu TNBD Jambi, Mijak (14 tahun) dan Melempi (7 tahun) yang menderita hernia. Kondisi keduanya setelah dioperasi oleh tim dokter di RSUD Kol.Abundjani Bangko, segar-bugar hingga sekarang. Rencananya dalam waktu dekat ini akan dioperasi anak rimba lainnya bernama Beconteng (8 tahun) yang menderita radang di tulang belakang salah satu telinganya. Ada bengkak sebesar telur puyuh di belakang telinganya yang harus diangkat melalui operasi.

Kemudahan yang telah diberikan kartu sehat ini untuk Orang Rimba, selain tidak dipungut biaya apa pun termasuk biaya obat, juga Orang Rimba tak perlu memperpanjang setiap tahun pemberlakuan kartu ini, sebagaimana kartu sehat yang dimiliki masyarakat luar yang tak mampu. Kartu ini juga dapat dipergunakan Orang Rimba di semua wilayah di Jambi, tanpa harus pihak puskesmas atau rumah sakit yang didatangi Orang Rimba untuk berobat merujuknya lagi ke tempat pelayanan kesehatan dimana kartu sehat Orang Rimba dikeluarkan.***
***





Berita terkait:
Comments: