NEWS RELEASE:

Dinas Kesehatan Merangin Bagikan 500 Kartu Sehat Untuk Orang Rimba


Kesehatan Orang Rimba mulai mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, tepatnya Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin. Belum lama ini dinas tersebut membagikan 500 lembar kartu sehat untuk komunitas rimba yang berada di wilayah kerja mereka.

Pemberian kartu sehat ini merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial, serta Warsi Keuntungan dibagikannya kartu sehat ini bagi Orang Rimba, antara lain tidak perlunya diperpanjang kartu sehat tersebut setiap tahun sebagaimana kartu sehat yang dimiliki masyarakat luar yang tak mampu. Perbedaan dan keuntungan lainnya dari kartu sehat ini yaitu dapat dipergunakan di semua wilayah, dengan kata lain tanpa memandang konsep wilayah.

Dr. H Oscar Karim MM.M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Jambi, telah menginstruksikan jajarannya untuk memberikan pelayanan pada Orang Rimba, tanpa mengharuskan Orang Rimba dirujuk ke tempat pelayanan kesehatan dimana kartu sehat mereka dikeluarkan.

Sebagai pemegang Kartu Sehat, Orang Rimba berhak mendapatkan segala sesuatu yang berhubungan dengan program JPS-BK (Jaring Pengamanan Sosial-Bidang Kesehatan) antara lain program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bayi dan balita yang untuk periode II menurut rencana akan diberikan bulan Juli-Agustus 2003 (periode I Januari-Februari).

Pembagian kartu sehat ini sebelumnya didahului dengan diskusi tentang kesehatan Orang Rimba bersama Warsi, 6 Maret 2003, bertemakan Pola Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Kesehatan. Turut hadir dalam acara yang digelar di kantor Dinas Kesehatan Merangin itu, sejumlah instansi terkait lainnya, antara lain Drs. A Talib HS mewakili Dinas Pemukiman Prasarana Wilayah Merangin Dr. Dirman dari RSD Kol. Abundjani, Ernaliza membawah Seksi KAT (Komunitas Adat Terasing) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PM Kes Sos) Merangin.

Diskusi langsung dipimpin Dr. Ernayawati selaku Kepala Dinas Kesehatan Merangin didampingi oleh Dr. Sholahudin dari Seksi P2M, dan Dr. Irianov dari Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Merangin.

Sebelumnya Dinas Kesehatan telah mendapatkan peta dan data mengenai kesehatan Orang Rimba yang diberikan Warsi untuk didiskusikan. Namun dalam diskusi tersebut terungkap kalau kurangnya informasi serta kedekatan instansi pemerintah terhadap kelompok Orang Rimba. Tapi dari diskusi itu juga muncul tekad untuk lebih memperhatikan kondisi dan pelayanan kesehatan bagi Orang Rimba.

Kegiatan fasilitasi kesehatan Orang Rimba oleh Warsi menjadi pedoman bagi mereka. Dalam hal ini sejauh mana pengetahuan atau persepsi komunitas rimba terhadap pentingnya kesehatan mereka juga menjadi masukan penting instansi terkait.

Berkaitan dengan adanya akibat lingkungan yang sudah berubah hingga sumber air bersih juga mengalami perubahan, para wakil dari instansi tersebut menyarankan perlunya Orang Rimba difasilitasi untuk mendapatkan sumber air bersih. Kalau perlu mereka dibuatkan sarana MCK yang tentunya sejauh tak melanggar pantangan dari Orang Rimba sendiri. Khusus pernyataan dari Dr Irianov ada tekad mengupayakan promosi segala informasi tentang Orang Rimba ke berbagai lembaga dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan Orang Rimba.

Perhatian terhadap nasib Orang Rimba dalam diskusi tersebut tak hanya terfokus pada kondisi kesehatannya saja, melainkan juga pada banyak hal. Antara lain yang dikemukakan Dr. Dirman terutama bagi Orang Rimba yang menyebar di Jalan Lintas Trans Sumatera, kalau dirinya miris terhadap maraknya aksi mereka yang menjadi peminta-minta di pinggir jalan dengan menyetop mobil-mobil yang lewat. Kondisi ini, harapannya, harus diatasi segera.

Dari pertemuan itu juga dilahirkan sejumlah kesepakatan berupa kerjasama antara Dinas Kesehatan Merangin dengan Warsi untuk Orang Rimba, termasuk dalam pendistribusian kartu sehat Orang Rimba. Kartu sehat ini sebagai jaminan bagiOrang Rimba dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, yang mana pemberian kartu ini tidak memandang konsep wilayah.***
***





Berita terkait:
Comments: