NEWS RELEASE:

Jambi-Sumbar Bahas Kerusakan DAS Batanghari

Karena DAS Batanghari masuk wilayah Jambi dan Sumbar, keseriusan kedua provinsi ini membahas penanganan permasalahannya secara bersama sangat diperlukan. Setelah mengadakan beberapa kali acara konsultasi publik di kabupaten yang ada di Jambi dan Sumbar, tahap keberikutnya perlu diadakan wokshop regional. Pelaksanaan workshop ini telah menjadi kajian pihak terkait di pemerintah kabupaten tersebut dengan kembali bekerjasama dengan KKI (Komunitas Konservasi Indonesia) Warsi.

Demikian penjelasan Koordinator Program Pengkajian DAS Batanghari KKI Warsi, Mahendra Taher, kemaren. Pertemuan regional mendatang, ditetapkan akan dilaksanakan awal Maret 2003. Dari pertemuan itu diharapkan muncul berbagai inisiatif oleh masyarakat, pemerintah, dan pihak lainnya, dalam pengelolaan SDA berkelanjutan, adil, dan demokratis.

Mahendra Taher menambahkan pendekatan bioregion memiliki banyak kelebihan, antara lain terpadunya perencanaan pembangunan antar kota /kabupaten, bahkan provinsi dan negara. Selain itu akan menjadi solusi untuk menghindari konflik antar daerah. Seterusnya untuk mengantisipasi atau menekan dampak negatif terhadap SDA dan lingkungan.

Namun masalah yang dapat muncul dari pendekatan ini yaitu akan adanya daerah yang sangat diuntungkan dan sebaliknya. Sangat sulit menghilangkan egoisme kedaerahan, dan akan sangt dibutuhkan tanggung jawab yang tinggi dari setiap daerah. Sementara kelemahan dari pendekatan bioregion ini menurutnya sulitnya menyatukan perencanaan holistik antar daerah, provinsi, atau negara, serta kondisi, motivasi, dan keadaan daerah yang memiliki perbedaan-perbedaan, termasuk aparatur daerah yang berbeda. Kelemahan lainnya belum adanya aturan perundangan yang menjadi pedoman untuk penerapan pendekatan ini.

Secara detail tujuan dari konsultasi publik yaitu guna menghimpun, menganalisis, dan menyediakan data awal serta potret kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di enam jorong pada DAS Batanghari. Selanjutnya untuk membangun komunikasi awal dengan semua pihak demi mendorong munculnya kesepahaman bersama terhadap persoalan pengelolaan SDA di DAS Batanghari. Rangkain dari kegiatan membangun kesepahaman bersama ini antara lain melalui belajar bersama masyarakat desa/jorong, mendorong tersusunnya dokumen kesepahaman bersama, serta memonitoring atau melakukan evaluasi partisipasif.

Persoalan ini turut mendapat tanggapan pengamat kanagarian Sumbar yang juga Direktur Koperasi Equator Sumbar, Zukri Saad. Menurutnya diperlukan forum interaksi antar masyarakat sepanjang DAS Batanghari yang bisa dibentuk di tingkat kabupaten, antar kabupaten, bahkan antar provinsi. Disamping untuk membahas berbagai pola interaksi dan negosiasi berdasarkan kepentingan bersama, forum ini juga memiliki fasilitas yang cukup untuk memfasilitas berbagai kelompok keahlian demi merancang bersama skenario pengelolaan dan tahapan-tahapan strategis pengembangan program.***
***





Berita terkait:
Comments: