NEWS RELEASE:

Kesehatan Orang Rimba Kurang Diperhatian Dinas Terkait

Pelayanan kesehatan terhadap Orang Rimba hingga sekarang masih kurang mendapatkan perhatian serius dari dinas terkait. Tak jarang mereka diabaikan saat meminta pelayanan pengobatan dari Puskesmas tertentu yang mereka datangi. Hal itu diungkap dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) di Kabupaten Merangin dengan tema besar menuju Merangin Sehat 2008.

Rapat kerja yang mengkaji agenda untuk Merangin dalam 2003 tersebut mengambil lokasi di kantor Dinas Kesehatan Merangin pada penghujung Desember tahun lalu, tepatnya tanggal 23 Desember 2002. Rakerkes yang dihadiri 80 orang itu memunculkan beberapa materi sekaitan dengan gambaran pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat dalam Kabupaten Merangin. Pembicara yang didatangkan juga berasal dari kalangan pers demi merangkum apa-apa saja yang dikeluhkan masyarakat.

Drs. Yuneldi Yunis Koto, wartawan Jambi Ekspes, menyampaikan kalau secara garis besarnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat umum memang tak optimal diperhatikan Dinas Kesehatan terutama dari Puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan di daerah. Sutardi Diharjo, staf medis Warsi yang ikut diundang, juga memberikan gambaran seputar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya yang diperoleh Orang Rimba. Dituntut perlakuan yang sama dari jajaran medis dalam naungan Dinas Kesehatan terhadap kesehatan komunitas ini.

Beberapa kerjasama yang terjalin antara Warsi dengan Dinas Kesehatan diakuinya memang telah menunjukan hasil, namun masih perlu diupayakan terus. Sementara itu dari pihak Dinas Kesehatan Jambi sendiri yang ikut hadir dalam Rakerkes tersebut, Dr. Agung (puteri dari almarhum Kol. Abundjani) menanggapi kalau beberapa sikap kerja memang harus diambil untuk mencapai kualitas pelayanan kesehatan yang optimal.

Selanjutnya beberapa masukan tentang kebijakan pelayanan program JPS-BK di RSD Kol. Abundjani disampaikan Dr Djarizal Sp.M selaku direktur RSD tersebut. Pelayanan kesehatan bagi Gakin (keluarga miskin) Merangin dan daerah sekitarnya yang berjumlah 54.864 jiwa di RSD Kol Abundjani Bangko, tuturnya diberikan atas dasar berbagai peraturan perundangan. Dan untuk itu Gakin harus didukung dengan adanya surat keterangan miskin yang diketahui oleh Kades/lurah dan kepala Puskesmas setempat. Dana JPS-BK dan KS Pusat tahun 1999/2000 sendiri untuk tahap pertama mencapai Rp.332 ratus juta, dan Rp.500 ratus juta di tahap kedua.

Pelayanan KS selama 2002, tepatnya dalam bulan November yang telah diberikan RSD, dijelaskannya, antara lain rawat inap untuk sebanyak 266 orang, rawat jalan 951 orang, radiology 165 kasus, laboratorium 221 kasus, pelayanan gigi 68 kasus, persalinan 48 kasus, serta pemakaian kamar operasi 62 kasus. Diakuinya masih ada kendala dan masalah yang terkaitan dengan administratif kartu sehat dan kemampuan pelayanan. Dan ini harus segera ditanggulangi.

Pada kesempatan Rakerkes itu juga dipastikan oleh instansi terkait kalau Orang Rimba akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama seperti masyarakat lainnya. Orang Rimba dikategori sebagai Gakin. Bahkan Dr.H Oscar Karim MM.M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin menyatakan kesediaannya memberikan layanan kesehatan untuk membantu Orang Rimba meskipun Orang Rimba tersebut tidak berada di wilayah kerjanya. Selanjutnya guna menentukan kebijakan program Dinas Kesehatan terutama di tingkat Puskesmas ke depan, acara dilengkapi dengan diskusi kelompok. Peserta dibagi atas 4 kelompok yang masing-masing membahas satu topik permasalahan.(*)







Berita terkait:
Comments: