NEWS RELEASE:

STUD Berhasil Pengaruhi Opini Publik

Kadishut Baru Jambi menolak rencana penutupan STUD. Moment ini dimanfaatkan perusahaan kayu lapis tersebut untuk melancarkan serangan balik dan menyatakan rekomendasi Menhut sebagai sebuah kebohongan.

Penggantian pejabat baru pada kabinet Zulkifli Nurdin rupanya membawa angin segar bagi STUD. Setidaknya hal itu terjadi di lingkungan dinas kehutanan propinsi Jambi yang semula dijabat oleh Ir Sujatno dan kini digantikan oleh Ir Gatot Muryanto. Jum?at 3 Mei lalu atau sekitar satu minggu sejak pelatikannya Gatot Muryanto secara tegas menyatakan tidak akan melakukan eksekusi terhadap perusahaan kayu lapis tersebut. ?Karena rekomendasi menhut ke BPPN tersebut merupakan isu yang tidak jelas dan kita sudah mengkonfirmasikannya ke Jakarta,? kata dia.

Gatot memberikan alasan, jika rekomendasi tersebut memang ada, setidaknya akan ada tembusan kepada pemerintah daerah propinsi Jambi, Dishut dan Deperindag. Lebih jauh, Gatot juga mengimbau kepada seluruh pekerja STUD agar tak mengindahkan pemberitaan-pemberitaan seputar hal tersebut.

Penyataan Gatot ini tentu saja bertentangan dengan penyataan Kadishut sebelumnya Ir Sujatno yang mengatakan telah mengetahui rekomendasi tersebut dan bahkan telah menanyakan langsung kepada menhut. ?Saat ke Jakarta saya bertemu Menhut dan menanyakan langsung apa yang sebaiknya dilakukan oleh Dishut,? ujar Sujatno ketika itu.

Lebih jauh Sujatno juga mengatakan telah memberikan sanksi administrasi kepada STUD sebesar rp 5,7 miliar karena perusahaan tersebut telah menampung kayu liar. ?Namun denda tersebut pun sampai saat ini belum terbayar,? kata dia. Denda tersebut sesungguhnya berkaitan dengan sebagian sumber kayu log yang diolah STUD yang tidak jelas asal usulnya dan dicurigai sebagai illegal logging.

Namun, moment penggantian pejabat ini nampaknya tengah diupayakan STUD untuk mempengaruhi opini publik. Melalui kepala humasnya Azmi Rais, pihak STUD menyatakan isu penutupan perusahaan tersebut sama sekali tidak benar. ?Sampai sekarang jangankan membacanya, melihat saja saya belum pernah rekomendasi Menhut tersebut,? kata Azmi. Menurutnya, rekomendasi tersebut hanya isu yang dikaitkan dengan bau politis dan sama sekali tidak benar.

?Kami memiliki tiga areal konsesi HPH dari 3 anak perusahaan STUD di Kalimantan dan Irian Jaya. Kecuali Hatma Hutani yang sudah habis masa izinnya tetapi saat ini tengah diupayakan perpanjangannya,? kata dia. Sedangkan soal denda administrasi, menurutnya juga tidak benar sebab hal itu hanya kesalahan pencatatan saja. ?Semua kewajiban kami kepada negara lancar yang jumlahnya mencapai puluhan milyar,? tambahnya.



Upaya pihak STUD untuk mempengaruhi opini publik nampaknya mulai berhasil. Selain mendapatkan dukungan dari Dishut dan MPI (Masyarakat Perhutanan Indonesia), STUD kini berupaya mempengaruhi sejumlah tokoh masyarakat desa Tamanraja Tungkalulu, lokasi dimana perusahaan tersebut beroperasi. Sejumlah tokoh masyarakat desa Tamanraja yang diwakili oleh Raden Saleh dan Syahrial Win telah menyatakan keberatannya jika perusahaan tersebut ditutup.

?Kami mengharapkan kepada pemerintah, apapun yang terjadi dengan STUD, kegiatannya jangan dihentikan. Kalaupun pimpinannya ingin dipenjarakan, itu tak masalah. Yang penting jangan diganggu operasionalnya karena masyarakat kami sangat tergantung pada aktifitas perusahaan tersebut,? kata Raden Saleh, salah seorang tokoh masyarakat di Tamanraja Tungkalulu.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala desa Taman Raja Nasrudin. ?Jika perusahaan tersebut ditutup, 80 % warga saya akan kehilangan penghasilan. Sebab 17 % penduduk dewasa desa ini bekerja di perusahaan tersebut dan 50 % lainnya mendapatkan pengasilan dari kegiatan yang berhubungan dengan operasional STUD,? katanya.

Nasrudin menambahkan, sebagian warganya telah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan ditutupnya perusahaan tersebut. Misalnya saja, tidak lagi memberikan utang kepada karyawan STUD. ?Kami sangat berharap pemerintah terkait memberikan informasi yang sejelasnya sehingga tidak menimbulkan keresahan warga di tingkat bawah,?. Kata dia.

Sebelum ini, Nasrudin mengakui sejumlah warganya telah bersiap berdemo ke DPRD Jambi dan berhasil dicegahnya. ?Tetapi jika isu ini terus dihembuskan dan memancing kemarahan warga, saya tak berani saya tak bisa berbuat apa-apa untuk mencengahnya,? katanya pula.(*)
***





Berita terkait:
Comments: