NEWS RELEASE:

Pendidikan Budaya Dan Lingkungan

SMU Xaverius I Jambi

Kegiatan PBL bersama SMU Xaverius I, dilaksanakan pada bulan Oktober 1999. Kegiatan semacam ini bagi WARSI adalah yang ke III kalinya. Sebelumnya Warsi telah bekerja sama dengan SMUN I Bangko (Desember 1998) dan SMUN II Tabir (April 1999). Kegiatan PBL kali ini diikuti oleh 12 orang siswa (5 wanita, 7 laki-laki) dan 5 orang guru pendamping. Para siswa terdiri dari: 5 orang siswa kelas 1, 5 orang siswa kelas 2, dan 2 orang siswa kelas 3. Adapun guru pendamping terdiri dari guru anthropologi, guru sosiologi, guru pariwisata, wakil kepala sekolah, dan frater (calon pastor). Menurut para guru pendamping, kunjungan kali ini adalah kunjungan awal yang nantinya akan merekomendasikan kunjungan-kunjungan mereka berikutnya di lokasi ini.

Sebelum dilakukan kunjungan lapangan, telah dilakukan presentasi dan diskusi tentang kegiatan PBL dan kehidupan Orang Rimba di sekolah. Ada keinginan dari para siswa dan para guru untuk mengembangkannya menjadi penulisan ilmiah populer remaja. Dan setelah kunjungan lapangan, ada 2 topik yang yang menjadi perhatian para siswa, yaitu tentang obat-obatan tradisional Orang Rimba dan tentang Orang Rimba, yang ternyata tidak menakutkan seperti yang bayangkan oleh banyak orang. Rencananya, penulisan karya ilmiah populer ini, akan diikutkan dalam lomba penulisan karya ilmiah populer remaja. Rombongan dari Xaverius I tiba di Bangko pada tanggal 25 Oktober 1999, jam 3 sore.

Mereka langsung ke penginapan yang telah disediakan. Pada pukul 5 sore, diadakan pertemuan dengan para staff WARSI. Selain perkenalan juga diterangkan beberapa informasi tentang keberadaan Orang Rimba. Dilanjutkan dengan tanya jawab, briefing untuk lapangan, dan pemutaran video tentang berbagai pemberitaan Orang Rimba. Pagi harinya, rombongan berangkat dari Penginapan pukul 09.00 dan sampai ke lokasi pukul 10.00. Para peserta berjalan dengan dipandu oleh Orang Rimba yang bernama Cerinai, sesekali berhenti di obyek-obyek seperti bekas penggiling gula (Kilangon), kandang labi-labi, rumah-rumah Orang Rimba, berbagai jenis jerat, pohon jelutung, dan susudongan. Selain itu sewaktu tiba di rumah Bepak Ternong, mereka bertemu dengan para wanita (Berantai dan Ros).

Ketika bertemu dengan para wanita Orang Rimba, awalnya ada sedikit canggung dari para siswa, tetapi karena sikap dari kedua wanita dan Cerinai sendiri yang akrab, maka para siswa tidak takut untuk berkenalan dan berfoto bersama. Demikian juga ketika berada di susudongan para wanita, mereka sempat berdialog dengan para wanita. Dalam kesempatan ini pula digunakan oleh para siswa itu untuk membeli madu dan ambung.

Terdapat kendala teknis yang tidak diduga yaitu keterlambatan mobil yang disewa, sehingga keberangkatan tertunda. Dari rencana semula berangkat pukul 07.30 menjadi pukul 09.00, sedangkan rombongan harus mengejar kendaraan yang ada di Bangko untuk langsung berangkat ke Jambi pada sore harinya. Akibatnya kegiatan diskusi, serta mengunjungi beberapa obyek tidak dapat dilakukan. Kegiatan diskusi selanjutnya diadakan di SMU Xaverius I, membahas evaluasi kegiatan PBL yang dilakukan, kemudian bagaimana pandangan mereka tentang kegiatan ini, juga bagaimana pandangan mereka tentang Orang Rimba.







Berita terkait:
Comments: