NEWS RELEASE:

Hutan Desa

Untuk Kesejahteraan Masyarakat
Masalah lingkungan kini telah mengancam kelangsungan hidup manusia. Penggunaan bahan bakar fosil dan pengrusakan hutan yang berlangsung secara besar-besaran telah memicu terjadinya pemanasan global. Suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu bumi, akibat efek gas rumah kaca. Sebagai bagian penghuni bumi, kita sudah harus mulai melakukan mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan iklim, dimulai dari diri sendiri dan hal yang kecil. Caranya tumbuhkan kesadaran untuk mulai peduli dan berperilaku ramah dengan lingkungan.

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menyandarkan hidupnya pada sumber daya hutan. Hutan tidak hanya untuk penopang ekonomi, tetapi juga berfungsi secara sosial, budaya dan ekologi. Hutan pemberi naungan bagi kehidupan. Dalam beberapa dekade belakangan terjadi eksploitasi hutan secara berlebihan hingga timbul kerusakan. Dampak kerusakan lingkungan ini telah dirasakan, termasuk oleh masyarakat yang ada di sekitar hutan.

Ketika sumber daya hutan semakin berkurang dan keseimbangan alam sudah terganggu, pemikiran-pemikiran untuk mengembalikan dan menyelamatkan hutan terus bermunculan. Teranyar pemerintah mengeluarkan Permenhut No 49/Menhut-II/2008 tentang hutan desa. Hutan desa merupakan kawasan hutan negara yang dikelola lembaga desa yang ditujukan untuk kemakmuran masyarakat desa.

?Hutan desa merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat desa,?kata I Made Subadia Gel-Gel pada sosialisasi hutan desa yang merupakan salah satu point bahasan pada Pertemuan Multipihak Dalam Rangka Penyelarasan Pelaksanaan Peredaran Hasil Hutan di Provinsi Jambi, beberapa waktu lalu.

Di awal tahun 1970-an, potensi hutan Indonesia sangat melimpah. Untuk mengolahnya membutuhkan tenaga serta teknologi yang canggih, jelas kala itu Indonesia belum sanggup untuk mengelolanya. Kondisi ini yang mendorong pemerintah untuk memberi kemudahan-kemudahan kepada investor bidang kehutanan. Akibat kemudahan ini, tahun 1990-an ulah para pelaku usaha ini lebih banyak menyebabkan terjadinya kerusakan hutan, sementara masyarakat yang berada disekitar hutan juga tetap miskin bahkan semakin miskin. Pameonya ibarat tikus mati dilumbung padi. ?Pengusaha lari membawa hasil kayu, bagi negara yang tertinggal adalah hutan yang rusak, dan masyarakat sekitar yang masih miskin?sebut Made.

Kenyataan inilah yang kemudian mengilhami lahirnya UU 41 tahun 1999 tentang kehutanan setelah era reformasi digulirkan. Semangatnya, harus ada pemberdayaan masyarakat disekitar hutan dan adanya akses yang memadai terhadap hutan. Menjadikan hutan untuk tumbuh kembang desa. Permenhut 49 adalah salah satu ketentuan yang mengatur pemberdayaan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hutan desa.

Kawasan yang diperbolehkan dijadikan hutan desa adalah kawasan hutan lindung ataupun hutan produksi yang belum dibebani hak, yang kawasannya berada di wilayah administratif desa. Kawasan tersebut merupakan penyangga utama penghidupan masyarakat desa.

Dari hutan desa itu yang boleh dimanfaatkan masyarakat adalah jasa, kawasan, hasil hutan bukan kayu dan kayu. Tentunya untuk hutan desa yang berada di kawasan hutan lindung tidak bisa memanfaatkan hasil hutan kayu. Prosedur pengajuan izin untuk hutan desa ini, cukup simple dan tidak rumit. Diawali dengan pengajuan oleh kepala desa kepada bupati, bupati ke menhut. Dalam proses pengajuan izin ini tentu akan ada verifikasi yang akan dilakukan.

Jambi sebagai daerah yang sebagian besar desanya berada disekitar hutan, tentu program hutan desa ini bisa menjadi salah satu pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KKI Warsi sebagai NGO yang peduli dengan masyarakat dan hutan telah memfasilitasi masyarakat untuk mempersiapkan hutan desa. ?Ada banyak site kita yang mengelola hutan dengan kearifan lokal yang mereka miliki, kita berharap kearifan lokal ini terlindungi dengan adanya dukungan dari pemerintah berupa perizinan yang mengikat,?kata Direktur Eksekutif KKI Warsi Rakhmat Hidayat. Harapannya dalam waktu dekat ini, salah satu desa dampingan Warsi di ?launching? hutan desanya sekaligus sebagai pilot project pengelolaan hutan desa di Indonesia. (reni)

***





Berita terkait:
Comments: