NEWS RELEASE:

Catatan Dari Posko Kesehatan Gempa Sumbar

Ratusan bantuan makanan dan obat-obatan, kemarin (1/10) telah diangkut ke lokasi gempa Padang , Pariaman dan Kerinci. Tidak hanya itu saja, KKI Warsi dan Burung Indonesia juga mengirimkan bantuan peralatan elektronik yang meliputi genset dan lampu krypton serta bahan bakar bensin guna menanggulangi pemadaman listrik total di lokasi gempa.

Menyusul bantuan makanan dan obat-obatan beberapa waktu yang lalu, Minggu (4/10) KKI Warsi, KEHI, Burung Indonesia, Rainforest Foundation, PKBI, IDI Batanghari kembali mengirimkan bantuan tim medis yang terdiri atas 4 orang dokter dan 4 orang perawat untuk membantu korban gempa di Pariaman. Terkait dengan keberadaan posko yang berada di Korong Bukik Kuduang, Kampung Pauh Kenagarian Cimpago dan Koto Ilalang, Kenagarian Sikucua, Kristiawan salah satu staff KKI Warsi menyebutkan ada beberapa alasan menempatkan posko pelayanan kesehatan tersebut di dua lokasi tersebut. ?Kita berencana menempatkan posko ini pada awalnya di Kota Padang dan Pariaman, namun karena melihat kondisi di lapangan dua kenagarian ini lebih membutuhkan. Setiap posko akan didampingi oleh 2 orang dokter dan 2 orang perawat serta 4 orang staff KKI Warsi?ujar lelaki yang sudah sejak Kamis(1/10) melaksanakan tugasnya sebagai relawan.

Bersama bantuan makanan dan obat-obatan pada tahap kedua ini, tim kesehatan tersebut didampingi staff KKI Warsi berangkat menuju Pariaman sekitar pukul 15.00 WIB. Setibanya di lokasi gempa, masih terlihat jelas jejak yang ditinggalkan keganasan alam. Bangunan yang rata dengan tanah dan wajah-wajah penuh duka serta pengharapan terlihat jelas pada setiap jalan yang dilintasi. Tangisan para bayi dan erangan si pesakitan terdengar semakin melemah, menyayat setiap hati. Berjubel penduduk yang kehilangan rumah terlihat masih memilih berteduh pada sisa bangunan layak huni.

Hari pertama, Selasa (6/10) layanan kesehatan dibuka ratusan pasien telah langsung mengunjungi posko-posko kesehatan yang dibuka. Seperti yang diungkapkan dr RR. Devi, salah seorang dokter yang bertugas di posko II, yang bertempat di Koto Ilalang, Kenagarian Sikucua? Sudah ada 91 pasien yang datang ke sini, rata- rata mereka berusia lanjut? jelasnya. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan cidera ringan , disebut- sebut Devi sebagai penyakit yang mendapatkan peringkat teratas yang mereka tangani. Secara umum ditambahkan Devi, efek pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat dan kaku bahkan dapat berhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan akibat iritasi oleh bahan pencemar. Produksi lendir akan meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan. Akibat dari hal tersebut akan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan, hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

Sementara itu, kondisi yang tidak jauh berbeda juga terlihat pada posko I, yang terletak di Korong Bukik Kuduang, Kampung Pauh Kenagarian Cimpago antrian panjang pasien yang ingin mendapatkan layanan kesehatan juga terlihat. (Elviza Diana/KKI Warsi)
***





Berita terkait:
Comments: