NEWS RELEASE:

Karet Unggul Tingkatkan Pendapatan Petani

Karet sudah sejak lama menjadi andalan masyarakat Jambi. Namun produktifitas karet karet masih rendah. Persoalan petani karet semakin bertambah karena untuk perluasan kebun juga mengalami kendala karena keterbatasan ketersediaan lahan. Menyikapi ini, KKI Warsi berusaha untuk memberikan bantuan petani dengan memberikan bibit unggul kepada sejumlah petani disejumlah desa.

Usaha yang dilakukan Warsi sejak 2003 ini, kini membuahkan hasil dengan telah dipanennya karet unggul tersebut. Wakil Bupati Batang Hari Sinwan berkesempatan melakukan penen perdana di Desa Kembang Sri Kecamatan Maro Sebo Ulu, beberapa hari lalu.

?Kami melihat petani kita terutama di sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi, mengalami keterbatasan lahan untuk memperluas kebun karet mereka, sementara dipihak lain kebutuhan petani juga meningkat, makanya kita bersepakat untuk mengembangkan karet unggul di desa-desa sekitar TNBD,? kata Ade Chandra, Koordinator Unit Desa KKI Warsi.

Ade menyebutkan karet yang dikembangkan tersebut diantaranya di Desa Jelutih 40 Ha, Desa Olak Besar 20 Ha, Desa Paku Aji 33 Ha, Desa Hajran 20 Ha, Desa Sungai Lingkar 20 Ha, Desa Padang Kelapo 30 Ha, Desa Kampung Baru 10 Ha, Desa Peninjauan 20 Ha, Desa kembang Sri 30 Ha, dan Desa Batu Sawar 20 ha.

Menurut Ade, sebelumnya produktifitas getah karet masyarakat di desa-desa penyangga TNBD tergolong rendah. Petani karet setiap tahun, perhektarnya hanya bisa menghasilkan 714 kg/ha/tahun. ?Padahal karet merupakan sumber utama penggerak ekonomi bagi petani di sekitar kawasan TNBD, makanya kita upayakan untuk pengembangan karet unggul dengan harapan produktifitasnya meningkat,?sebut Ade.

Warsi sangat menyadari bahwa rendahnya produktifitas karet telah menyebabkan petani karet di sekitar TNBD terus membuka areal baru untuk meningkatkan produksi getah karetnya. Di satu sisi, petani karet dihadapkan dengan keterbatasan lahan. ?Bagi petani karet, satu-satunya areal hutan yang masih berpotensi untuk memperluas areal perkebunan karet adalah kawasan TNBD, padahal kawasan TNBD secara undang-undang tidak dibolehkan ada aktifitas di dalamnya apalagi dimanfaatkan untuk untuk perkebunan karet, maka cara lain yang ditempuh adalah menggunakan bibit unggul sehingga produktifitas petani bisa meningkat,?sebut Ade.

Mencarikan solusi bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan khususnya TNBD, merupakan bentuk menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat dengan kebutuhan kepentingan perlindungan kawasan konservasi taman nasional. ?Idealnya kita mengupayakan masyarakat sejahtera dan kawasan TNBD terlindungi,?katanya.

Selain memberikan bibit karet unggul, Warsi juga berupaya untuk perbaikan cara budidaya karet dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan, melakukan peremajaan terhadap karet-karet tua dengan menggunakan karet unggul, melakukan sistem perkebunan campuran antara karet dengan tanaman lainnya atau wanatani yang berbasis karet unggul, serta meningkatkan sumber daya manusia petani melalui pelatihan, kursus, demplot.

Untuk mewujudkan ini, Warsi menggandeng sejumlah instansi terkait untuk mewujudkan kegiatan ini, yaitu Dinas Perkebunan Dan Kehutanan Batanghari. ?penyadapan karet beberapa waktu lalu semoga bisa meningkatkan pendapatan petani,?sebut Ade.***
***





Berita terkait:
Comments: