NEWS RELEASE:

Forum Kampanye Perubahan Iklim

P erubahan iklim menjadi topik hangat yang dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan kenyataan tentang semakin meningkatnya volume emisi gas rumah kaca yang lebih besar dari 440 ppm dan peningkatan suhu hingga 2 0C, membuat ketakutan akan dampak dari perubahan iklim. Berbagai penanganan pun dilakukan, baik dalam upaya mitigasi maupun adaptasi. Pemerintah Indonesia melakukan sebuah kebijakan sebagai langkah mitigasi dengan komitmen menurunkan 26 persen emisi hingga 2020 dengan biaya sendiri dan 41 persen apabila ada bantuan dari luar dengan target pertumbuhan ekonomi tujuh persen.

Terlepas dari gegap gempitanya upaya mitigasi dan adaptasi yang dilakukan, minimnya pengetahuan masyarakat mengenai emisi karbon dan perubahan iklim menjadi sebuah tantangan dalam pembangunan jaringn kampanye yang efektif dan terpadu. Saat ini, informasi tentang perubahan iklim, emisi karbon hanya mengisi lembaran-lembaran surat kabar, layar televisi, ataupun sebuah selebaran. Minimnya informasi yang didapatkan masyarakat ini, akan menghambat target penurunan emisi nasional. Dilatar belakangi dengan kondisi itu, 20 aliansi yanng tergabung dari pemerintah, perguruan tinggi, LSM di Jambi membentuk sebuah forum kampanye bersama dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon di Provinsi Jambi. Forum ini berusaha mensinergikan kegiatan kampanye yang terpadu hingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengerti tentang perubahan iklim, dan upaya mitigasi dan adaptasi yang dilakukan.

Nelly Akbar, Koordinator Project KKI Warsi menyebutkan dengan kegiatan workshop membangun jaringan multi pihak untuk pembangunan rendah karbon di Provinsi Jambi, dilakukan untuk menjaring aspirasi multi pihak untuk proses kampanye pembangunan rendah karbo di Provinsi Jambi

"Ini merupakan langkah awal yang dilakukan Warsi bersama pemerintah, perguruan dan LSM sehingga terbentuk strategi kampanye dan penyebaran informasi tentang pembangungan rendah karbon di Provinsi Jambi"

Jaringan ini nantinya dijadikan sebagai ajang belajar bersama bagi pengembangan kapasitas terkait isu lingkungan dan pembangunan rendah karbon di Jambi.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Fisik Bappeda Provinsi Jambi Doni Iskandar menyebutkan adanya komitmen Jambi dalam upaya mewujudkan pembangunan rendah karbon. Komitmen itu tertuang dalam Perda RTRW yang diperkirakan akan di sahkan akhir tahun ini.

Dalam Ranperda RTRW Provinsi Jambi, terlihat pembagian tiga zona, zona konservasi, zona produksi dan zona distribusi.

"RTRW yang sudah disusun, kita akan membagi kewilayahan menjadi 3 zona, yaitu wilayah Barat yang meliputi Kabupaten Bungo, Sarolangun, Merangin, Kerinci untuk zona konservasi. Semenatar wilayah tengah yang meliputi sebagia Bungo, Merangin, Sarolangun , Muaro jambi dan Tebo untuk zona produksi. Sementara wilayah sepanjang pantai timur yang meliputi Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Kota Jambi dan sebagian Muaro Jambi menjadi zona distribusi," jelasnya.

Untuk zona konservasi, memang sangat dihindarkan adanya pengembangan manufaktur meski industri kecil sekalipun. Zona ini diprioritaskan sebagai kawasan penyelamatan yang menunjang keberlanjutan ekosistem. Sementara untuk zona distribusi ini nantinya akan dilakukan fokus pembangunan transportasi maupun industri manufaktur skala besar.

"Setelah ini disahkan diharapkan menjadi arahan dalam pembangunan jambi ke depan yang berkelanjutan," imbuhnya.

Selain itu, Pemerintah Propinsi Jambi sendiri telah mulai berupaya dalam mengakselerasi kompatibilitas program pembangunan ekonomi daerah dengan mencanangkan proses perencanaan pembangunan yang mencerminkan pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan Strategi pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang menekankan pola keseimbangan antara konservasi dan ekstraksi sumber daya alam. Upaya tersebut ditekankan dengan menyebutkan secara eksplisit dalam Rancangan RPJMD Jambi 2011-2015, bahwa misi pembangunan Jambi yang ke 4, yaitu "meningkatkan pengelolaan sumberdaya alam yang optimal dan berwawasan lingkungan".

Komitmen ini, dikatakan Doni sangat membutuhkan dukungan para pihak terutama masyarakat. Dengan adanya forum kampanye bersama ini, diharapkan masyarakat bisa mengetahui dan turut serta dalam pembangunan rendah karbon di Provinsi Jambi.
***





Berita terkait:
Comments: