NEWS RELEASE:

Presiden Dan Menteri Kunjungi Orang Rimba

Orang Rimba di Kecamatan Air Hitam Sarolangun dikunjungi Presiden Joko Wi dodo dan sejumlah menteri. Presiden dan rombongan datang dengan menggunakan Heli Super Puma tersebut langsung melihat kondisi Orang Rimba, baik yang masih tinggal di bawah sawitan PT Sari Aditya Loka (SAL), ASTRA group dan Orang Rimba yang sudah dimukimkan di perumahan sosial di Desa Bukit Suban. Dalam kunjungan itu, Tumenggung Grip pimpinan Orang Rimba menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sejak mendapatkan bantuan 15 unit rumah beberapa tahun lalu. Diantaranya tidak adanya sarana pendukung di 15 unit rumah yang diperuntukkan bagi Orang Rimba.

“Kami minta bantaun sumur dan listrik, jadi kalau kami keluar rimba macam keadaan kini rimba penuh asap, kami bisa gunakan rumah ini,”ujar Grip yang sejak beberapa tahun ini yang menjadikan rumah sosial sebagai rumah transit ketika Orang Rimba keluar untuk memasarkan hasil rimba ataupun untuk berbelanja kebutuhan mereka di luar.

Jokowi dengan sejumlah menteri terlihat serius mendengarkan persoalan Orang Rimba dan segera memerintahkan menteri terkait untuk memenuhi permintaan orang Rimba. Tidak hanya presiden, Menteri Sosial Kofifah Indarparawansa juga menyempatkan diri mengunjungi Orang Rimba yang dievakuasi ke kantor lapangan Komunitas Konservasi Indonesia WARSI, yang berada di pinggir Taman Nasional Bukit Duabelas. Kofifah melihat langsung rumah singgah yang dilengkapi penjernih udara tersebut sebagai lokasi evakuasi Orang Rimba yang bermasalah dengan kesehatan mereka sejak musim asap mengepung Sumatera tidak ketinggalan dengan hutan yang menjadi rumah komunitas Orang Rimba.

Dalam dialog bersama Menteri, Mangku Basemen tetua adat Orang Rimba Kedudung Muda menyebutkan bahwa sejak dua minggu ini mereka sudah keluar rimba karena asap pekat yang mengepung rimba, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan terutama balita. “Rimba kami terbakar, kami lari keluar, bawa anak-anak pada sakit. Kami ditampung di rumah WARSI, anak-anak yang sakit di obati,”kata Mangku Basemen. Dikatakannya, asap yang mengepung rimba sangat banyak dan paling parah terhitung sejak 1997.

“Kami ketakuton, makanyo kami keluar bawa anak-anak. Kalau anak-anak aman kami masuk lagi memadamkan api, api juga membakar ladang kami,”kata Basemen. Menanggapi keluhan Mangku, mensos menyatakan akan membantu Orang Rimba untuk pemulihan kebun mereka yang terbakar dengan bantuan bibit karet dan tanaman kehutanan yang dibutuhkan Orang Rimba. Sedangkan untuk anak-anak yang belajar Mensos menyebutkan akan membantu mereka untuk mendapatkan pendidikan lebih lanjut dengan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

 







Berita terkait:
Comments: