NEWS RELEASE:

Tiga Anak Rimba Ikut Lomba Dendang Syair Melayu

Tiga anak rimba unjuk kebolehan dalam lomba dendang syair Melayu Jambi tingkat provinsi yang digelar oleh Kantor Bahasa Provinsi Jambi, kemarin (8/4). Budi (18), Betulus (16), dan Bejujung (12) tak canggung berhadapan dengan peserta lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Tercatat sebanyak 49 peserta yang mendaftar sebagai peserta, namun yang mengikuti lomba hanya 29 peserta.

“Peserta yang akhirnya ikut ada 29, kalau yang mendaftar ada 49 peserta. Tapi ini sudah memenuhi kuota karena kita targetnya 28 orang,” kata Nukman, salah seorang juri.
Setelah uji kebolehan tarik suara di babak penyisihan, kemarin sore hanya tersisa 10 peserta yang akan mengikuti babak final di hari berikutnya. Ketiga peserta perwakilan anak rimba juga terpaksa mengakui keunggulan peserta lainnya. Namun, mereka tetap bersemangat dan mengambil pelajaran dari lomba tersebut.

“Tidak menang tidak apa-apa. Ini untuk cari pengalaman,” kata Budi, salah seorang peserta dari perwakilan Orang Rimba.
Dia mengatakan tidak memiliki persiapan cukup untuk mengikuti lomba itu. Semula ia mengira bahwa mereka bisa membawakan syair-syair yang sering mereka nyanyikan di rimba. Tapi ternyata pihak panitia sudah menyediakan teks syair bagi para peserta. Mereka terpaksa melakukan dendang syair tersebut dengan nada syair rimba.
“Kami ado pantun bedekiron dan mantra untuk ngambil madu sialang. Kalau ini sudah hapal,” katanya.

Fasilitator pendidikan KKI WARSI Sasa mengatakan, tiga anak rimba ini sengaja diikutkan dalam lomba tersebut dalam rangka meningkatkan rasa percaya diri mereka. Jadi tujuan utamanya bukan unntuk mengejar sebagai juara dalam lomba. Ini adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka di bidang dendang syair. “Mereka harus banyak bergaul agar semakin tumbuh rasa percaya dirinya. Ini sangat penting karena sebentar lagi mereka akan mengikuti UN sekolah dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi Syaiful Bahri Lubis mengatakan, lomba ini bertujuan untuk menggali trdisi dendang syair di masyarakat Jambi. Sebab, dendang syair ini merupakan tradisi dari nenek moyang sejak zaman dulu. Dulu syair menjadi saran ekspresi diri untuk mengungkapkan kegembiraan, kesedihan maupun harapan. “Ini adalah tradisi nenek moyang kita. Namun dulu mereka melakukannya tidak seperti kita sekarang yang dilombakan. Ketika sedang berangkat dengan perahu misalnya, atau ketika meratapi kesedihan mereka berdendang sendiri. Atau ketika pergi ke ladang atau ke sawah. Jadi syair ini dulu untuk menikmati kesedihan maupun kegembiraan,” katanya.

Dia mengaku gembira melihat kemajuan dendang syair di Jambi saat ini. Apalagi melihat cukup banyak peserta yang mendaftar. Padahal kuota yang ditetap kantor Bahasa hanya 28 peserta. “Tahun ini dua kali lipat dari kuwota. Sudah tumbuh banyak pendendang. Nanti yang menang akan mewakili Provinsi Jambi untuk dendang syair tingkat regional yang akan dilakukan di Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.***





Berita terkait:
Comments: