NEWS RELEASE:

Ku Lari ke Hutan, Terjaga Hutanku

“Ku Lari ke Hutan, kemudian Teriakku...” merupakan salah satu penggalan puisi karya Chairil Anwar yang sempat booming di tahun 2002, saat release film AADC 1. Begitu terkenalnya penggalan puisi dan memberikan magnet tersendiri bagi beberapa penggerak pelestarian hutan untuk membangkitkan atmosfer pengasuhan pohon dalam sebuah event berskala nasional dan melibatkan para pesohor dan masyarakat tanah air. Pada event perdana yang digelar di tahun 2016 di Jakarta, berhasil menembus 1000 adopsi pohon oleh 600 peserta. Begitu juga dengan event Ku Lari ke Hutan berikutnya yang digagas oleh Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Jawa Barat sebagai peringatan Hari Hutan Indonesia. Ketika terbitnya fajar, pukul 04.00 WIB aktivitas panitia dan organisasi yang ikut berpartisipasi pada event Ku Lari Ke Hutan 2 dimulai. Begitu juga dengan tim KKI WARSI yang mulai berbenah mempersiapkan stand untuk event tersebut. Pemasangan backdrop di dalam stand, photo booth, ucapan selamat datang, pemasangan backdrop bagian depan, hingga pemasangan piagam Ir. Joko Widodo, sebagai pengasuh salah satu pohon di Hutan Adat Rantau Kermas dan Siti Nurbaya Bakar (Menteri LHK) yang juga mengadopsi salah satu pohon. Event dimulai dengan pembukaan oleh panitia pelaksana yaitu HII (Hutan Itu Indonesia), Leony, diikuti pemanasan peserta, hingga route peserta yang dimulai dari gedung UNIKA Atmajaya hingga Wisma 46 BNI dan kembali ke garis finish melalui Indofood Tower, WTC Jakarta, Sampoerna Strategic Power dn finish di pintu masuk UNIKA Atmajaya kembali, dengan jarak 212 km. Pukul 08.00 WIB, setelah menyelesaikan dua putaran, peserta berhenti dan menukarkan gelang dengan perolehan jarak yang dikonversi pada 1 pengasuhan pohon sejauh 5 km. Tak lama kemudian, beberapa peserta dari Berbagai komunitas juga menandatangi stand WARSI yang berjarak 30 m dari panggung utama. Diantara komunitas yang menghampiri adalah Komunitas TreeWee, komunitas LDR, BeeRunners, Net.Runners, Petualang Indonesia, Bikers Jakarta, Alumni Tarakanita 87, Mahasiswa Universitas Tazkia BSD, Mahasiswa UNIKA Atmajaya dan salah satu Wartawan dari CNN Indonesia. Mayoritas komunitas menanyakan model adopsi pohon yang dikembangkan WARSI. Dan tentunya, ‘dua srikandi’ penjaga stand WARSI memanfaatkan moment ini dengan menjelaskan berbagai hal tentang prosedur pengasuhan pohon, manfaat hingga jalur pendistribusian manfaat di hutan yang telah dikelola oleh Kelompok Pengelola HD/HA diberbagai wilayah. Tak hanya itu, Daniel Mananta (VJ Hunt, Presenter, Ambassador Sony Ericcson dan Adidas Indonesia) yang sudah mengaush pohon di Hutan Adat Rantau Kermas dan Kikan (Mantan Vokalis ‘Cokelat’), menyempatkan diri untuk berfoto dan memberikan statement seputar pentingnya mengasuh pohon melalui photo booth yang telah dipersiapkan. Baik Daniel maupun Kikan berharap banyak anak muda yang terinspirasi mengikuti langkah mereka untuk ikut berpartisipasi dalam mengasuh pohon, sebagai bentuk kepedulian akan kondisi hutan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan perjuangan WARSI yang telah concern dalam melestarikan hutan di Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan melalui berbagai program yang berbasis pada konservasi bersama masyarakat, pemberdayaan Suku Asli Marginal dan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat, dengan skema hutan adat, hutan desa, hutan nagari, hutan kemasyarakatan, dan hutan tanaman rakyat serta kemitraan. Pohon Asuh merupakan salah satu program khusus yang melibatkan publik untuk ikut berpartisipasi mengadopsi pohon di kawasan kelola masyarakat di hutan adat, hutan nagari, hutan desa baik di tanah mineral maupun di lahan gambut. Reward yang diberikan dengan mendonasikan uang sebesar Rp 200.000 perorang pertahun untuk satu pohon yang dipilih. Reward dikelola oleh masyarakat pengelola kawasan untuk pembangunan dan juga untuk pengelolaan kawasan hutan oleh masyarakat. Dengan memberikan dukungan ini, diharapkan hutan-hutan yang dikelola semakin lestari untuk menunjang keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Event Ku Lari Ke Hutan kali ini, merupakan salah satu dari euphhoria semangat yang sama untuk berlari dan menjaga hutan. Acara ini digagas oleh HHI (Hutan Itu Indonesia), dengan dukungan ASRI, BRADS, Sunpride, Idoep, Maximum, Penaraya, Suunto, Trijee dan partners community Bogor Runners serta Run Grapher, dan diselenggarakan di kampus UNIKA Atmajaya Jakarta pada 22 Oktober 2017. Acara ini juga berhasil mengumpulkan 650 pelari dengan jumlah adopsi pohon sebanyak 1411 di berbagai kawasan hutan Indonesia, terutama pada lintasan orang utan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat. “Ke depan saya berharap masih bisa bekerja bareng lagi dengan WARSI ya untuk event ini, agar menjadi continue dan semakin banyak yang akan mengadopsi pohon,” jelas Leony. Saat ini WARSI sudah menyediakan 150 pohon yang siap di asuh mulai dari Meranti, Jelutung, Kempas dan lainnya yang terdapat di tujuh lokasi yaitu Hutan Nagari Sungai Buluh, Hutan Nagari Simanau dan Sirukam, Hutan Nagari Simancuang (keempatnya di Sumatera Barat), Hutan Adat Rantau Kermas dan Hutan Desa Sinar Wajo (di Provinsi Jambi) dan Hutan Kampong Laham di Mahakam Hulu). dan calon pendaftar pengasuh pohon juga dapat mengunjungi website resmi untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, yakni pohonasuh.org. (Nor Qomariyah)







Berita terkait:
Comments: