NEWS RELEASE:

Peraih Emas Asian Games Asuh Pohon Sinar Wajo

Sugianto atlet Pencak Silat yang menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada Asian Games lalu memenuhi janjinya. Sugianto menyumbangkan sebagian bonus yang diterimanya untuk mengasuh pohon. Pilihannya jatuh pada pohon yang berada di kawasan gambut, tepatnya di Hutan Desa Sinar Wajo Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten  Tanjung Jabung Timur. Penyumbang emas ke 25 pada Asian Games 2018 itu mengadopsi 15 pohon. Dalam bukti transfer yang diterima rekening Pohon Asuh dicantumkan keterangan untuk pengasuhan pohon atas nama Sugi, Anita (istri)  dan Faiz (anak).  Dengan pengasuhan ini Sugianto dan keluarga kecilnya tercatat sebagai pohon di Hutan Desa Sinar Wajo untuk satu tahun ke depan.

“Kita menyambut baik dan  berterima kasih atas donasi yang diberikan oleh Mas Sugi untuk Pohon Asuh Sinar Wajo. Semoga donasi yang diberikan ini semakin memacu semangat masyarakat untuk menjaga pohon yang ada di hutan desa mereka,”kata Emmy Primadona Koordinator Pengasuhan Pohon Komunitas Konservasi Indonesia WARSI.

Emmy mengharapkan pengasuhan pohon yang dilakukan oleh atlet nasional ini juga bisa menginspirasi pihak lain untuk mulai berbuat baik pada alam dan lingkungan kita. “Hutan membutuhkan kita semua untuk menjaga mereka agar tetap tegak berdiri, dan hutan juga yang akan dengan setia pada alam dan lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, dan manfaatnya juga akan dinikmati oleh manusia,”sebut Emmy.

Untuk itu ke depannya, moment baik yang telah ditunjukkan oleh Sugi juga diharapkan membuka pintu hati semua kita untuk peduli dengan lingkungan kita. “Kami ke depan akan terus berupaya agar pohon-pohon yang ada di hutan kita jaga bersama, masyarakat  terdekat yang telah menjaga pohon itu sangat pantas kita berikan penghargaan salah satu bentuknya dengan pola pengasuhan pohon,”kata Emmy.

Disebutkan, pohon yang hidup dan mendominasi dalam hutan lindung dan Hutan Desa desa Sinar Wajo adalah Pohon Rengas (Galutta renghas), Meranti Batu (Shorea Ovalis), Ramin (Gonystylus bancanus), Jelutung Rawa (Dyera Lowii), Kempas (Kompassiana sumatrana), Durian Hutan (Durio acutifalius), Medang serai (Sizygium lacypalum), Balam Suntung (Palaquium sumatrana), Samak Dayak (Myristica sp), Medang Jahe (Terminalia subspathulata), Medang Kuning (Alsiodaphne maingai), Kecapi (Sandaricum koetjave), Medang Kunyit (Alsiodaphne malabonga), Arang-Arang (Diospiros sp), Manggis Hutan (Gracinia sp), Gelam (Malaleuca leucadenron), Berumbung (Adina minutiflora), Mersawa (Anisoptera costata), Punak (Teta merista glabramiq), Balam Suntung (Palaquium sumatrana), Keruing (Diptero carpustrimhus).

Emmy menyebutkan program pohon asuh Desa Sinar Wajo ini adalah program pohon asuh pertama di lahan gambut. Tujuannya adalah untuk merehabilitasi lahan gambut yang sudah rusak, serta memelihara lahan gambut yang masih tersisa. Program tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu terobosan untuk mengantisipasi kebakaran lahan yang merusak gambut seperti tahun-tahun lalu. Seperti diketahui hutan gambut di Tanjabtim sebagian ikut terbakar pada saat kebakaran hebat tahun 2015 silam. Masyarakat di gambut sangat terdampak dengan kebakaran yang terjadi, sekaligus menghancurkan ekosistem gambut. Untuk itulah kemudian, muncul inisiatif untuk menjaga kawasan hutan dan kemudian menghadirkan skema pengasuhan pohon di hutan gambut.

“Lahan gambut sangat rentan terbakar dan jika sudah terbakar dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa memulihkan kembali seperti semula,” kata Emmy.

Melalui pengasuhan pohon ini dana yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat, dengan perincian penggunaan 25 persen untuk operasional pengelolaan hutan seperti untuk patroli pengaman kawasan dan 75 persen akan digunakan untuk pembangunan desa.

Disebutkan Emmy, WARSI sebagai lembaga yang fokus pada konservasi dan pemberdayaan pemberdayaan masyarakat, sudah sejak tahun 2015 lalu menggagas untuk pengasuhan pohon. Berawal dari pengasuhan Pohon di Hutan Adat Desa Rantau Kermas Kabupaten Merangin.  Kemudian dikembangkan juga di Simanau, Sungai Buluh, Simancunag dan Sirukam di Sumatera Barat. Pengasuhan pohon juga dikembangkan di Laham Kalimantan Timur.

Tertarik untuk mengasuh pohon? Caranya sangat mudah. Calon pengasuh pohon bisa mendaftarkan diri dengan mengunjungi website www.pohonasuh.org. Melalui website ini calon pengasuh bisa melihat langsung data-data pohon yang akan diasuh. Mulai dari data jenis pohon, ukuran diameter, koordinat hingga foto pohon. Begitu bergabung sebagai pengasuh pohon, masing-masing orang akan menerima sertifikat sebagai bukti telah melakukan pengasuhan pohon. Selain itu pengasuh juga akan mendapatkan informasi pohon miliknya dari pihak pengelola. Donasi yang diberikan untuk satu pohon juga sangat terjangkau, hanya Rp 200, sudah bisa mengasuh sebatang pohon dengan masa selama satu tahun. Jika ingin meneruskan di tahun berikutnya, pengasuh tinggal menambah donasinya. ***







Berita terkait:
Comments: