NEWS RELEASE: das

Tahun:

Hutan Solok Selatan Diambang Batas

Solok Selatan yang berada di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Hari, memegang peranan penting bagi kasawan DAS terbesar kedua di Sumatera. Dengan topografi yang cendrung berbukit, menjadikan daerah ini sebagai daerah tangkapan air (water catchments area) yang akan menunjang fungsi hidrologi DAS Batang Hari, yang terbentang di Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

Continue Reading

Jaringan Irigasi Terancam Tidak Berfungsi

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi, dengan terus menambah jaringan irigasi di daerah yang diharapkan menjadi sentra-sentra produksi padi. Hanya saja pembangunan irigasi ini hanya akan terancam tidak berfungsi dikarenakan pengelolaan sumberdaya alam di daerah aliran sungai yang saat ini cendrung terabaikan.

Continue Reading

Disepakati Terbentuknya

Forum Penyelamatan Das Batang Hari

Persoalan yang melanda Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Hari sudah sangat komplit dan mengkhawatirkan. Tindakan dan kegiatan yang dilakukan selama ini untuk mencegah laju kerusakan DAS Batang Hari masih belum memperlihatkan hasil yang nyata. Penyelamatan DAS Batang Hari harus menjadi perhatian semua pihak, mengingat fungsi DAS Batang Hari yang sangat strategis bagi Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.

Continue Reading

Tahun 2011 Tutupan Hutan Das Batang Hari Tinggal 10 Persen

Akibatkan Kemerosotan Seluruh Aspek Tata Air Secara Drastis

Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Hari dengan luas 5 juta hektar lebih, kini telah dikategorikan sebagai DAS kritis di Indonesia. Fungsi-fungsi hidrologi DAS BAtang Hari terus mengalami kemerosotan yang menyebabkan terjadinya berbagai bencana. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan fungsi hidrologi DAS terbesar kedua di Sumatera ini. Dari review dan analisis yang dilakukan Team Kelompok Kerja (Pokja) Monitoring dan Evaluasi DAS Batang Hari selama satu tahun terakhir, disimpulkan penyebab penurunan fungsi hidrologi DAS Batang Hari adalah dampak iklim ektrim, dampak deforestasi dan dampak kebun sawit.

Continue Reading

Badan Otorita Media Alternatif Pengelolaan Das Batanghari

news/2005/News_200504_Otorita1.jpg

Menurut kepala BPN tanjung Jabung Timur Dahrim Harahap supaya pengelolaan DAS Batanghari yang sudah terlanjur hancur ini, perlu dibentuk Badan Otorita. Pendapat ini juga mendapat dukungan dari Sekretaris Komisi C DPRD Tanjabtim. Tanggapan ini muncul pada acara yang dihadiri oleh sejumlah instansi dan komisi C DPRD Tanjabtim ini, setelah Koordinator Program Bioregion DAS Batanghari KKI Warsi Mahendra Taher menyebutkan dari luas tutupan DAS Batanghari berdasarkan analisa peta citra Lansat TM7 2002 adalah 42.841,33 km persegi, sedangkan yang berupa hutan hanya 14.196,55 km persegi, atau hanya 33 persen yang terdapat di dua Provinsi yaitu Sumbar dan Jambi. Sedangkan untuk Tanjabtim sendiri kawasan yang berupa hutan tinggal 25 persen dari luas Tanjabtim.

Continue Reading