NEWS RELEASE:

Indonesia Tangkap Pemburu Liar Dan Pedagang Ilegal Harimau Sumatra

news/2004/News_200403_Tiger.jpg

Perburuan liar dan perdangan ilegal terhadap Harimau Sumatra berhasil dihentikan dalam operasi rahasia anti perburuan yang intensif dilakukan di provinsi Jambi dan Riau.

Penyergapan yang dilakukan pada oleh aparat terkait baru-baru ini, berhasil menangkap enam tersangka penting yang diharapkan bisa membantu memerangi perburuan liar dan perdagangan ilegal terhadap hewan paling langka ini. Keberhasilan itu merupakan kemenangan yang signifikan bagi Pengelola Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) - Departemen Kehutanan (Dephut) RI, kepolisian Indraguru Hulu, Riau dan Program Konservasi Harimau Sumatra (Sumatran Tiger Conservation Program/SCTP).

Para tersangka ini terdiri dari pemburu liar, perantara dan penadah, ditangkap pada 19 Maret 2004 ini. Tiga diantaranya adalah Warga Jambi yaitu Chanal alias Kanal Mubarak Samin,32, Warga Payo Silincah, Kodya Jambi dan Rachmat Hidayat alias Memet bin Mukri,41, warga Kecamatan Pasar Jambi. Mereka dijadikan tersangka karena turut serta sekongkol, menjual, menyimpan dan atau membantu memperniagakan kulit harimau yang dibunuh beserta tulang belulangnya untuk keuntungan pribadinya. Kedua tersangka ini berperan sebagai perantara. Mereka menjual kulit dan tulang belulang harimau itu kepada tersangka Rachmat Hidayat alias Memet bin Mukri sebesar Rp 1.600.000.

Sementara Kho Sugianto alias Ati warga Jambi Selatan Kodya Jambi juga berperan sebagai perantara dan menjualnya kepada tersangka Jarmo yang tinggal di Surbaya yang hingga sekarang masih buron (DPO).

Tersangka lainnya yaitu Herman bin Jame (juga perantara) yang menjualnya kepada tersangka Chanal, sebesar Rp 1.000.000. Sedangkan Sudirman alias Gembab bin Sahari dan Mat Hakim alias Mat Bin Marijan adalah tersangka yang membunuh dua Harimau Sumatera di kawasan TNBT. Mereka meracuni harimau dengan menggunakan bangkai babi yang telah mereka lumuri racun tikus.

?Operasi rahasia gabungan ini telah dilakukan oleh para staf taman nasional dan Un...baca selanjutnya...





Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =