NEWS RELEASE:

Minta Ditinjau Ulang

Lahan Pt Wana Perintis Dan Pt Sdm

Pemerintah harus meninjau ulang luasan lahan dari PT Wana Perintis dan PT Sawit Desa Makmur (SDM) yang tak optimal dikelola. Keduanya hanya memanfaatkan sekitar 23-26 persen dari lahan yang mereka punyai.

Padahal lahan yang tersisa memiliki potensi ekonomi yang bagus. Apalagi di tengah kondisi masyarakat desa sekitar lahan yang taraf perekonomiannya kurang baik. Akan sangat bermanfaat jika lahan itu dikelola masyarakat demi peningkatan perekonomian mereka. Pemerintah Kabupaten Batanghari sebaiknya mempertimbangkan pemberian lahan kedua perusahaan itu ke masyarakat dan memperjuangkannya ke tingkat pengambil kebijakan yang lebih tinggi.

Kesimpulan itu terungkap dalam acara seminar Studi Kebijakan Pembangunan dalam Pemanfaatan Ruang dan Sumber Daya Alam (SDA) di kantor Bappeda Batanghari, Jumat (24/10). Seminar ini diadakan sebagai puncak dari pelaksanaan penelitian dan penggalian potensi serta permasalahan di desa sekitar TNBD, terutama Desa Sungairuan hulu, Hajran, dan Jelutih demi pembangunan desa-desa tersebut yang berpatokan pada unsur tata ruang dan SDA yang ada.

Khusus lahan PT SDM, dari luasan 14.228 hektar yang diberikan, hanya 2.543 hektar yang dipergunakan dengan ditanami kelapa sawit dan karet. Sementara untuk Wana Perintis dari 5.972 hektar yang ada hanya 1.604 yang dipergunakan. Sisa dari luasan lahan tersebut adalah hutan, belukar, semak, alang-alang, dan sebagainya.

Masih ada perusahaan lainnya yang lahannya perlu dikaji ulang, seperti PT Era Mitra Agro Lestari (PT EMAL) yang bergerak di perkebunan inti sawit. Secara administratif perusahaan ini masuk wilayah Kabupaten Sarolangun, sementara 400 hektar lahannya masuk Kabupaten Batanghari dan tak terkelola. Sedangkan masyarakat Batanghari membutuhkan lahan tak untuk menjaminkan perekonomian mereka ke depan. Satu lagi perusahaan yang menjadi sorotan untuk dikaji yaitu PT Limba Kayu Utama (PT LKU).

Kesemua perusahaan tersebut dan kenyataan lahan yang tak t...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =