NEWS RELEASE:

Dinas Kehutanan Batanghari Akomodir Kepentingan Pebalok

(akibatkan Tata Batas Tnbd Deadlock)
news/2002/News_200210_Dinas.jpg


Kepala Dinas Kehutanan Batanghari, Simon Patasik, ngotot kepentingan masyarakat Batanghari yang bebalok (illegal logging) perlu diakomodir dengan memberikan sebagian dari kawasan hutan di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang termasuk wilayah Kebupaten Batanghari, kepada mereka. Hal itu disampaikannya dalam diskusi membahas Batas Definitif TNBD di Kabupaten Batanghari, beberapa waktu yang lalu (tepatnya 10 Oktober 2002).



Pendapat Simon ini melahirkan tanggapan pro-kontra dari peserta diskusi. Pihak yang menolak usulan ini jelas beranggapan pelepasan sebagian dari TNBD yang telah dikukuhkan menjadi Taman Nasional seluas 60.500 hektar melalui SK Menhut 258/KPTS-II/2000 tertanggal 20 Agustus 2000, dikarenakan taman tak boleh ?disentuh? chainsaw siapapun. Bagi Warsi sendiri pengurangan hutan TNBD berarti kegagalan terhadap prinsip konservasi hutan alam. Pro-kontra pendapat tersebut telah menyebabkan kesepakatan soal batas definitif TNBD yang berada dalam wilayah Kabupaten Batanghari deadlock. Hingga kini belum ada kejelasan kelanjutan ?nasibnya?. Pembatalan ini akan semakin menyulitkan pemulihan kawasan.

Secara administratif TNBD masuk dalam 3 kabupaten di Jambi, selain Batanghari, juga terkait dengan Kabupaten Sarolangun dan Tebo. Luas TNBD yang masuk kawasan Kabupaten Sarolangun 12.000 hektar atau 20 %, Kabupaten Tebo 8.500 haektar atau 14 % dan Kabupaten Batanghari sendiri 40.000 hektar atau 66 %. Khusus bagi Kabupaten Sarolangun dan Tebo, kegiatan pematokan telah dimulai tanpa perseteruan yang tajam soal itu. Meskipun ada seluas 580 hektar kawasan TNBD, khususnya di Kabupaten Tebo yang ingin dikeluarkan, juga kurang disetujui Warsi, karena pada intinya Warsi menginginkan hutan yang berada dalam TNBD jangan dipersempit lagi.

Hasil kajian Warsi menunjukkan bahwa kandungan kayu di kawasam TNBD, terutama yang berada di wilayah Kabupaten Batanghari sangat sedikit dan tidak mungkin lagi dikelola secara profesional dengan k...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =