NEWS RELEASE:

Pilih Mana, Punah Atau Moratorium?

Pengembangan lahan yang tak terkendali, industri yang ambisius, illegal logging dan kebakaran hutan telah mengancam kerusakan hutan Sumatra secara permanen bahkan kepunahan. Inilah saatnya melakukan moratorium.

WARSI bersama dengan Bird Life Internasional program Indonesia menyelenggarakan diskusi dua hari bertema ? Kampanye Penyelamatan Hutan Dataran Rendah Sumatra dari 25-26 Juni 2002 di Jambi. Diskusi yang diikuti oleh sejumlah kalangan LSM pemerhati lingkungan seperti WARSI, Bird Life, Forest Wacth Indonesia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Watala dan Yayasan Gita Buana, Yayasan Gemini, Yasa dan YBM, serta sejumlah LSM lain dari Riau, Sumatra Barat dan Bengkulu ini bersepakat mendukung gerakan perlindungan hutan dari kehancuran.

Hasil studi yang dilakukan oleh Bank Dunia menyatakan, hutan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi) akan punah pada 2005 mendatang. Tiga penyebab utamanya yakni pembangunan areal perkebunan sawit yang sangat ambisius (dari 4000 Km2 pada 1994 menjadi 22.000 Km2 pada 1998 dan diperkirakan menjadi 5 juta Km2 pada 2005). Kedua, industri pupl & paper dengan bahan baku utama kayu dari hutan alam serta aktifitas illegal logging.

Di Sumatra saja, saat ini hanya hutan alam di Jambi dan Riau yang masih tersisa. Itupun, kabarnya masih akan terjadi konversi lahan untuk perkebunan sawit yang kabarnya akan dilakukan di sekitar kawasan TNKS Jambi. Padahal, pada permulaan abad ke 20, diperkirakan hampir 85 % daratan Sumatra atau 462.000 Km2 ditutupi oleh hutan. Dimana sekitar 40 %-nya merupakan hutan dataran rendah.

Sukianto Lusli, direktur eksekutif Bird Life Internasional program Indonesia menyatakan, sepanjang kurun waktu 12 tahun saja hutan Indonesia telah berkurang sekitar 71 %, yakni dari 235.100 ha pada 1985 menjadi 168.200 pada 1997. ?Dan sebanyak 50 % dari angka tersebut terjadi pada hutan dataran rendah yang sesungguhnya merupakan rumah tempat hidup bagi mega bioviversity Sumatra,? kata dia.

Akibatnya, sebanyak 34 daerah penting untuk kehidupan burung yang jumlahnya mencapai 8 juta ha mengalami ancaman kehancuran. Lusli memperkirakan, sebanyak 29 jenis burung Sumatra saat ini terancam puna...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =