NEWS RELEASE:

Warsi Dorong Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat

Guna melibatkan peran serta masyarakat adat dan lokal dalam pengelolaan sumberdaya hutan yang adil, demokratis, bernilai ekonomi dan berkelanjutan WARSI mendorong inisiatif pengelolaan hutan adat berbasis masyarakat atau Community Base Forest Managem


Sepanjang pemerintahan Orde Baru, konsep pengelolaan hutan hanya menghasilkan dua muka yang saling bertentangan. Kemakmuran bagi sekelompok kecil oknum penguasa dan pengusaha di satu sisi dengan kehancuran masyarakat serta sumber daya alamnya di sisi yang lain. Konsep pengelolaan hutan yang hanya mengedepankan peran negaras serta aspek ekonominya tanpa melihat keberlanjutan dan eksistensi budaya lokal, nyatanya lebih banyak membawa kerugian bagi masyarakat di satu pihak dan menjadi alat ampuh bagi penguasa untuk melumpuhkan kedaulatan masyarakat adat atas tanah dan kekayaan alamnya di pihak lain.

Selama lebih dari tigapuluh tahun sumber daya hutan dikelola secara masif, seragam, sentralistik, nirpartisipatif rakyat, padat modal dan monopolistik. Akibatnya telah menghilangkan akses masyarakat adat dan lokal yang telah berabad lamanya bergantung kepada hutan. Bahkan, masyarakat desa harus tersingkir dari hutan, yang merupakan bagian terpenting dari kehidupannya. Setelah gaung reformasi digulirkan, para tetua adat, tokoh masyarakat desa dan warga desa semakin berani mengemukakan aspirasi dan kekhawatiran mereka akan kian terkurasnya dan hancurnya ketersediaan sumber daya alam yang mereka miliki.

Untuk mengakomodir aspirasi dan kepentingan masyarakat ada tadi, sejak Oktober 2000 lalu, WARSI telah mendorong sebuah pendekatan baru menuju pengelolaan yang adil, demokratis serta berkelanjutan melalui konsep pengelolaan hutan berbasiskan masyarakat melalui program community base forest management atau CBFM. Tujuannya untuk mewujudkan pengelolaan dan keberlanjutan sumber daya alam seperti sumber daya hutan, dengan menempatkan posisi masyarakat sebagai bagian terpenting dari sumber daya itu sendiri. Dimana masyarakat mendapatkan kepercayaan dan kesempatan untuk ikut mengelola hutan rakyat sesuai dengan nilai dan konsep yang mereka miliki.

Menurut Deputi Direktur WARSI Ir Rahmat Hidayat, sejauh ini CBFM telah dikembangkan di lima kabupaten di emp...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =