NEWS RELEASE:

Palu Kematian, Ganjaran Bagi Pembunuh Keluarga Suku Anak Dalam

PT Jambi menolak banding tiga terpidana mati kasus pembunuhan keluarga SAD dan justru menguatkan vonis mati yang dijatuhkan PN Bangko. Ketiga terdakwa mengaku pasrah menunggu detik-detik kematian mereka.

Utang nyawa harus dibayar dengan nyawa. Barangkali inilah perumpamaan yang paling tepat untuk menggambarkan ganjaran bagi pembunuh berdarah dingin Syargawi, Harun dan Syofial. Palu kematian bagi tiga orang pembunuh tersebut sudah dijatuhkan oleh PN Bangko pada November 2001 lalu. Sebelumnya, penyelidikan pihak berwajib berhasil membuktikan ketiganya bersalah telah melakukan tindakan menghilangkan nyawa tujuh anggota keluarga Suku Anak Dalam (SAD) pada akhir 2000 lalu. Dan kini, hukuman tersebut telah dikuatkan oleh palu serupa dari hakim ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jambi.

Ketiga terdakwa yang merupakan warga Nalobaru Kecamatan Bangko, Merangin tersebut mengaku hanya bisa pasrah menunggu detik-detik kematian dari balik jeruji besi PT Jambi. Namun Syargawi mengaku masih memiliki harapan akan adanya mukjizat berupa grasi atau pengampunan dari presiden Megawati yang mungkin dapat meringankan hukuman yang dijatuhkan kepadanya. ?Saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk sholat agar dosa yang telah saya lakukan mendapatkan ampunan dari Allah. Namun mungkin memang harus begini jalan dan akhir hidup saya. Mati dengan cara dieksekusi,? kata Syargawi mewakili kedua rekannya.

Lebih menyedihkan lagi karena menurut pengakuannya sejak masuk LP Bangko dan kemudian dipindahkan ke LP Jambi pada 6 Januari 2002 lalu, dia sama sekali tak pernah dijenguk oleh isteri, anak maupun anggota keluarganya yang lain. Dan hal serupa ternyata juga dialami oleh Syofial. ?Harapan saya juga hanya kepada Allah. Kalau hukuman mati menjadi garis tangan saya, saya hanya bisa pasrah. Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa saya,? kata Syofial pula. Sementara isterinya Fitri, menurutnya sudah lama pergi meninggalkannya dengan pulang ke rumah orang tuanya di Lampung.

Kini, ketiganya mengaku lebih banyak berserah diri kepada Tuhan dan berharap hukuman yang dikenakan kepadanya dapat diringankan. ?Saya sangat mengharapkan mendapatkan keringanan, tetapi kepada siapa saya harus men...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =