NEWS RELEASE:

GKS, Alternatif Mengendalikan Laju Penebangan Liar

news/2002/News_200204_GKS.jpg

Upaya menggerakkan masyarakat desa agar bersedia kembali menggarap persawahan menjadi isu yang penting untuk dikemukakan guna menyelamatkan TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas) dari ancaman pembukaan ladang baru oleh masyarakat desa. Masalahnya karena di sebelah selatan Bukit 12, khususnya di desa Jernih dan Semurung, gerakan masyarakat membuka ladang-ladang baru semakin tinggi intensitasnya.

Sejumlah masyarakat pembuka ladang baru di kawasan tersebut yang sempat dimintai pendapatnya oleh fasilitator Warsi Budi Retno Minulya menyatakan keengganan mereka bersawah disebabkan oleh beberapa factor. Diantaranya sarana irigasi yang tidak memadai, kondisi tanah yang berpasir, panasnya suhu air di sawah serta kesulitan dalam mengatasi hama tikus.

Di lain pihak ada faktor dominan yang sangat memancing minat masyarakat untuk berladang yakni tingginya tingkat curah hujan di kawasan Sungai Air Hitam (rata-rata 2 hari sekali dengan durasi antara 5-6 jam). Sementara aktiftas inti masyarakat yakni mengambil getah karet mengalami hambatan meskipun terjadi kenaikan harga karet dari Rp1500 per Kg menjadi Rp1700 per Kg.

Kini, upaya untuk mengkampanyekan gerakan kembali ke sawah (GKS) dikalangan masyarakat desa Jernih dan Semurung antara lain dilakukan dengan pendekatan kepada kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat termasuk kalangan BPD. Budi Retno sendiri mengatakan pihak kepala desa dan aparat lainnya telah menyatakan dukungan mereka terhadap GKS.

Misalnya saja dengan membuat perangkat peraturan dan kebijakan yang dapat mendukung GKS yang tertuang bentuk peraturan desa (perdes). Diantaranya petani wajib membuat pagar keliling di persawahan miliknya, peternak wajib mengikat ternaknya baik kerbau, sapi maupun kambing. Jika terjadi pengrusakan oleh ternak maka akan dikenakan denda Rp50.000 per ekor serta biaya pengganti kerusakan yang disebabkan oleh ternak tersebut.

Selain itu, upaya untuk menggerakkan masyarakat agar mau kembali ke sawah...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =