NEWS RELEASE:

Menteri Kehutanan Cabut Izin Hapadi

Berharap Sk Hutan Desa Segera Dikeluarkan

Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, akhirnya mencabut Izin Percobaan Penanaman (IPP) PT Hapadi Trisena Utama, sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Batanghari Jambi. Dalam surat pencabutan tersebut, menteri menyebutkan perusahaan HTI yang mengantongi izin sejak 1990 itu tidak memperlihatkan kemajuan pembangunan tanaman, sesuai dengan izin yang dikantonginya.

?Semua kegiatan PT Hapadi Trisena Utama harus dihentikan, ?demikian petikan surat menteri kehutanan yang dikeluarkan pada 3 Desember 2010 lalu.

PT Hapadi mengantongi izin berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 228/Kpts-II/1990 tertanggal 9 Mei 1990. Di awal izinnya Hapadi sempat berkegiatan, dan melakukan land clearing sekitar 100 ha dan menanaminya dengan sengon. Namun kemudian perusahaan ini berhenti beraktifitas dan meninggalkannya begitu saja.

Keberadaan PT Hapadi di Batanghari, belakangan kembali mengusik masyarakat. Pasalnya pada kawasan hutan produksi yang terletak di sebelah timur Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi itu, sejak 2009 lalu telah diusulkan dijadikan Hutan Desa oleh masyarakat Desa Hajran Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batanghari. Masyarakat menilai, kawasan hutan produksi yang berada di eks Hapadi yang sudah terlantar dengan kondisi kritis dan tak produktif, bisa dimanfaatkan untuk dijadikan hutan desa dengan skema agroforest karet. Hutan desa merupakan pengelolaan kawasan hutan yang dilakukan oleh masyarakat dan dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat desa. Selama ini kita ketahui pemanfaatan kawasan hutan hanya dilakukan oleh perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah, namun sejak keluarnya PP Nomor 6 tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan, peluang masyarakat terbuka lebar. Dalam PP ini diamanatkan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, dan kemitraan. Kebijakan ini disusul dengan keluarnya Permenhut No 4...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =