NEWS RELEASE:

Orang Rimba Mengadu

Ke Balai Taman Nasional Bukit Duabelas
news/2008/News_200805_ORMengadu1.jpg

Perwakilan orang Rimba dari Rombong (kelompok) Sungai Terap, mengadukan okupasi lahan yang dilakukan masyarakat luar, yang telah masuk ke kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas. Okupasi lahan yang ditemukan Orang Rimba ini, diperkirakan sudah berlangsung selama dua minggu, dengan meninggalkan bekas berupa patok-patok rintisan.

?Ado urang merintiy (merintis) kebun dalom taman, tolong bepak-bepak peki (cek),?sebut Ngelambu, Depati Kelompok Sungai Terap, ketika bertemu langsung dengan Petugas Balai TNBD selaku pemangku kawasan. Ngelambu bersama dengan Tumenggung Marituha, Menti Ngelembo dan Depati Malai adalah tengganai kelompok Sungai Terap yang diutus anggota kelompoknya ke Jambi untuk mengadukan masalah pembukaan lahan yang kini mengancam kehidupan mereka di Taman Nasional Bukit Duabelas. Dari beberapa titik rintisan yang sempat diikuti, panjang rintisan yang telah dilakukan masyarakat luar ini sekitar 3,6 km. Areal yang akan dibuka ini telah masuk ke dalam kawasan taman nasional dengan jarak sekitar 4 Km dari batas taman berdasarkan SK Menhutbun 258/Kpts-II/2000.

Menurut pengamatan orang rimba, para pelaku perintisan diperkirakan masuk dari arah Dusun Baru, Kecamatan Air Hitam Sarolangun. Perintisan kawasan ini menuju arah desa Jelutih Kecamatan Batin 24 Kabupaten Batanghari.

Pertemuan hari ini dengan Pihak Balai TNBD, merupakan pertemuan yang kedua. Setelah sehari sebelumnya juga dilakukan pertemuan. Tapi pada pertemuan pertama, Orang Rimba belum dapat jawaban yang pasti, kapan pihak Balai turun ke lapangan melakukan pengecekan dan mengambil langkah pengamanan kawasan. Sementara orang rimba melihat persoalan ini sudah sangat mendesak dan harus segera diselesaikan.

Apalagi menurut informasi yang mereka terima, diperkirakan dua minggu lagi akan ada alat berat yang akan diturunkan ke wilayah itu. ?Sebelum alat berat itu turun, tolonglah bepak-bepak cegah,?kata Ngelambo. ?Dimano lagi kami nak hidup kalau hutan ka...baca selanjutnya...


news/2008/News_200805_ORMengadu2.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =