NEWS RELEASE:

In Memory Of Yusak The Orang Rimba Education Hero

Mengenang 14 Tahun Meninggalnya Guru Rimba
news/2013/News_201304_memoriam_yusak_adrian_hutapea1.jpg

Dalam rangka mengenang 14 tahun meninggalnya pionir guru Orang Rimba, Yusak Adrian Hutapea, kemarin (3/4), Komunitas Konservasi Indonesia Warsi menggelar kegiatan bertajuk In Memory of Yusak The Orang Rimba Education Hero. Kegiatan ini juga menampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan perjuangan Yusak saat mengajar Orang Rimba. Acara ini dihadiri ibu kandung Yusak, Ibu Rusni, dari Jakarta, dan murid-murid rimba generasi pertama dari Makekal, Bukit Duabelas, Provinsi Jambi.

KKI Warsi adalah lembaga yang pertama mengenalkan pendidikan alternatif pada Orang Rimba pada 1998. Tugas advokasi pendidikan Orang Rimba pertamakali dilakukan oleh Yusak Adrian Hutapea. Studi awal pilot projek pendidikan dimulai 15 Juni hingga 15 Juli 1998. Kemudian dilanjutkan pada 25 Juli hingga 2 Agustus 1998. Fokus studi dilakukan di daerah Makekal Hulu dan Makekal Hilir.

Upaya advokasi ini tidak langsung berjalan mulus. Memberikan pendidikan bagi Orang Rimba tidak mudah. Orang Rimba berkeyakinan bahwa semua yang datang dari budaya luar akan mengubah adat dan budaya mereka. Pendidikan dipandang sebagai sumber malapetaka jika mereka ikut mempelajari.

Penolakan itu tidak membuat Yusak menyerah. Baginya, sebuah penolakan bukan alasan untuk membiarkan Orang Rimba terus terkungkung dalam lingkaran kebodohan dan terbelakang. Harapannya tidak muluk-muluk, hanya ingin mengajari anak rimba bisa baca, tulis, hitung, sehingga mereka mampu membela hak dan kepentingan minoritas mereka yang semakin terdesak oleh pengaruh dari masyarakat luar.

Pada 27 Juli 1998, kerja keras Yusak membuahkan hasil. Pagi itu, Terenong, Pengusai, Beseling, Grip, Mendawai, dan Ngentepi, menjadi murid pertama yang akan mengikuti pelajaran. Namun, membangun sekolah alternatif bagi Orang Rimba ternyata tidak gampang. Serangan penyakit, digigit nyamuk dan lintah, tersesat di rimba belantara, serta rintangan lainnya, sewatu-waktu bisa menyurutkan semangat. Tapi itu tidak berlaku bagi Yusak. ...baca selanjutnya...


news/2013/News_201304_memoriam_yusak_adrian_hutapea2.jpg news/2013/News_201304_memoriam_yusak_adrian_hutapea3.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =