NEWS RELEASE:

Cegah Deforestasi Dan Degradasi Hutan

Sumbar Tuan Rumah Global Partner Meeting

Sumatera Barat yang berada di kawasan punggung bukit barisan, dengan kontur di dominasi perbukitan, harus menyadari bahaya siap mengintai wilayahnya yang akan berdampak pada masyarakat yang mendiaminya. Menyadari hal ini, sejak sebelum kemerdekaan pengelolaan kawasan hutan sudah dilakukan dengan arif dan bijaksana oleh masyarakat. Pasca kemerdekaan dilakukan penyeragaman pengelolaan kawasan, sehingga masyarakat tidak leluasa lagi mengelola kawasannya.

Namun belakangan, muncul upaya untuk mengembalikan kearifan masyarakat dengan berbagai kegiatan dan adanya pengakuan negara pada hak kelola masyarakat. Konsep parak, rimbo larangan, rimbo ulayat dan lainnya, merupakan kearifan lokal masyarakat dalam mengelola hutan yang bisa dikembangkan kembali. Konsep ini selaras dengan upaya pengakuan hak kelola masyarakat yang diakui negara dengan skema hutan nagari, hutan adat dan lain sebagainya, yang dikenal dengan skema Pengelolaan Hutan Berbasis masyarakat (PHBM). Dengan skema ini, Sumatera Barat sudah memiliki Road Map target pencapaian rekognisi areal PHBM seluas 500.000 Ha selama 5 tahun. Salah satu capaiannya yaitu adanya pengakuan hak kelola masyarakat yaitu berupa SK penetapan areal kerja hutan nagari oleh 6 nagari, 11 kelompok mendapatkan SK PAK hutan kemasyarakatan dan 110 nagari yang sedang berproses untuk mendapatkan hak kelola dengan skema-skema yang sesuai dengan masyarakat setempat.

“Pengelolaan hutan dengan skema ini akan mampu mempertahankan daya dukung lingkungan pada masyarakat yang hidup di sekitarnya,”ujar Direktur Eksekutif KKI WARSi Diki Kurniawan, di Padang.

Dikatakan Diki penyebab deforestasi dan degradasi hutan sangatlah kompleks dan melibatkan berbagai dimensi pembangunan, termasuk penggunaan lahan (landuse) dan tata kelola kehutanan, serta perkembangan kependudukan. “untuk itu harus ada upaya untuk memperbaiki tata kelola kehutanan dan juga pelibatan masyarakat dalam mengelolanya, karena masyarakat sangat paham dengan ...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =