NEWS RELEASE:

Menuntut Tanggung Jawab Penyebab Kabut Asap

news/2014/News_201410_Menuntut_Tanggung_Jawab_Penyebab_Kabut_Asap.jpg

Komunitas Konservasi Indonesia WARSI menyayangkan lambat dan kurang responsifnya pemerintah terhadap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap. Kerugian kesehatan dan ekonomi serta ekologis akibat kabut asap seolah dianggap sebagai bencana tahunan yang terjadi setiap musim kemarau. Padahal, dengan bermacam regulasi yang sudah ada, kebakaran hutan dan lahan sudah bisa dikendalikan sejak awal. Hal ini disampaikan Rudi Syaf Manager Komunikasi KKI WARSI dalam konferensi Pers yang digelar di Kantor KKI WARSI Senin, 27 Oktober 2014.

“Kita melihat kabut asap merupakan tragedi tahunan, yang seharusnya bisa diantisipasi dengan baik, namun kenyataannya kejadian ini terus berulang setiap tahunnya,”sebut Rudi Syaf.

Rudi menjelaskan penyebab kebakaran hutan dan lahan di Jambi berasal dari kondisi yang mayoritas disebabkan oleh aktivitas manusia, baik kesengajaan maupun kelalaian. Dengan melihat sebaran titik api dalam lima tahun terakhir, setiap tahun Jambi mengalami kebakaran hutan dan lahan yang bisa di lihat dari titik hotspot dengan konviden level 80% validasi LAPAN, dalam artian hotspot yang dicantumkan sangat mungkin merupakan titik kebakaran.

Jumlah Hotspot di Provinsi Jambi lima tahun terakhir


Tahun

Hot spot*


2010

82


2011

641


2012

962


2013

376


2014

485


Konviden level diatas 80% validasi LAPAN

Kebakaran Berdasarkan Penggunaan Lahan




HTI

Sawit

Karet


Tahun

Perusahaan

Hotspot

Perusahaan

Hotspot

Perusahaan

Hostspot


2010

8

12

14

28






2011

17

122

33

113

2

5


2012 ...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =