NEWS RELEASE:

Kematian Beruntun Masih Menghantui Orang Rimba

Baru Tiga Yang Di Rawat, Puluhan Masih Sakit Di Lokasi Melangun
news/2015/News_201503_Kematian_beruntun_masih_menghantui_Orang_Rimba1.jpg

Tiga anak rimba dari Kelompok Terap di rawat di rumah sakit HAMBA Muara Bulian Kabupaten Batanghari Jambi, sejak Sabtu (7/3) kemarin. Ketiga anak yang merupakan kakak beradik yaitu Merute (laki-laki 12 tahun), Nipah Bungo (perempuan 2,5 tahun) dan Cipak (perempuan 1 tahun), sudah dua Minggu belakangan menderita demam dan batuk rejan. Ketiga anak rimba ini, merupakan anak-anak dari mendiang Mimpin, Orang Rimba kelompok terap yang meninggal pertama kali dari 11 kematian beruntun anggota kelompok ini beberapa bulan lalu.

Kecemasan tampak dari raut muka indok Merute (ibu Merute), namun ia enggan untuk menceritakan kesedihan yang dialaminya lebih lanjut karena adat dan budaya Orang Rimba tidak memperkenankan untuk berbicara dengan orang luar. Namun perempuan berusia sekitar 24 tahun ini terus berupaya untuk menyusukan anak bungsunya yang tengah di pasangi inpus. Bayi ini terus menangis dan terbatuk-batuk.

Selain yang di rawat, terdapat dua anak rimba yang juga di rawat jalan yaitu Sebilau (perempuan 2 tahun) dan beskap (perempuan 4 tahun). Namun karena masih cukup kuat kedua anak rimba yang hanya diberi pengobatan rawat jalan ini tetap berada di rumah sakit.

Menurut Mangku Balas salah satu Tengganai Orang Rimba kelompok Terap yang membawa anggota rombongnya ke rumah sakit, masih banyak anak-anak lain yang sebenarnya juga sakit yang kini tengah tengah belangun di sekitar Sungai Kemang Kecamatan Bathin XIV Batanghari Jambi. “Masih ada 15 anak lagi yang sakit di delom, kami hopi bisa membawa segelonye berobat (masih ada 15 anak lagi yang sakit di lokasi Melengun, tetapi kami tidak bisa membawa semuanya berobat ke rumah sakit),” sebut Mangku.

Disebutkannya sejak kematian 11 Orang Rimba dalam waktu yang berdekatan beberapa bulan belakangan ini menyebabkan mereka sangat ketakutan. “Kami kekurangan pemakon (makanan), kalau Melangun mumpa nio kami hopi bisa berburu, tempatnya juga susah, makonyo banyak yang sakit, kami takut,”ujar ...baca selanjutnya...


news/2015/News_201503_Kematian_beruntun_masih_menghantui_Orang_Rimba2.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =