NEWS RELEASE:

Pemerintah Lamban, Kebakaran Gambut Meluas

33 Ribu Ha Gambut Terbakar Kerugian Mencapai Rp 2,6 T

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi terutama di kawasan gambut semakin menggila. Berdasarkan pantauan Citra Satelit TM 8 tertanggal 5 September 205 dan analisis yang dilakukan Divisi Geographic Information System (GIS) Komunitas Konservasi Indonesia WARSI terpantau sudah hampir 33.745 ha kawasan gambut yang terbakar di dua Kabupaten yaitu Tanjung Jabung Timur dan Muara Jambi. Kebakaran terjadi di kawasan Hutan Tanaman Industri seluas 3.089 ha, meliputi lahan PT Wira Karya Sakti dan Diera Hutani Lestari. Kebakaran juga terjadi HPH seluas 5.790 ha, yaitu PT Pesona Belantara Persada dan PT Putra Duta Indah Wood. Selanjutnya kebakaran di kawasan Perkebunan sawit seluas 5.891 ha, meliputi kawasan konsesi milik PT. Agro Tumbuh Gemilang Abadi, PT. Kaswari Unggul, PT. Citra Indo Niaga, PT. Ricky Kurniawan Kertapers, PT. Bara Eka Prima, PT. Era Sakti Wiraforestama, PT. Bumi Andalas, PT. Bina Makmur Bestari dan PT. Puri Hijau Lestari. Selanjutnya kebakaran gambut juga terjadi di Hutan Lindung Gambut seluas 6.196 ha, Areal Penggunaan Lain (APL) 4.734 ha, Tahura Tanjung 1.317 ha, Taman Nasional Berbak 4.803 ha, serta kawasan Hutan Produksi seluas 1.924 ha.

Dua Minggu sebelumnya pantauan Citra Satelit tertanggal 20 Agustus gambut yang terbakar baru 9.149 ha di dua kabupaten tersebut. “Peningkatan luas gambut yang terbakar ini mengindikasikan bahwa pemerintah terlalu lamban untuk menetapkan status siaga darurat, sehingga masing-masing daerah melakukan pemadaman secara swadaya, dengan kemampuan anggaran yang rendah, dan ini menjadikan upaya pemadaman menjadi sangat sulit sehingga kawasan yang terbakar semakin luas,”sebut Rudi Syaf Manager Komunikasi WARSI.

Disebutkannya kebakaran lahan gambut telah menimbulkan kerugian Rp 2,6 T. Kerugian yang timbul dihitung dari pencemaran udara, kerugian ekologi, kerugian ekonomi, kerusakan tidak ternilai dan biaya pemulihan kondisi lingkungan.

Menurut Rudi, seharusnya pemerintah lebih cep...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =