NEWS RELEASE:

Ketika Sudung dan Kain Orang Rimba Hangus Terbakar

Takut di kutukan dewa dan diserang penyakit
news/2016/News_201606_Ketika_Sudung_dan_Kain_Orang_Rimba_Hangus_Terbakar1.jpg

Induk Meranu Bungo, baru saja mandi ketika mengunjungi Orang Rimba kelompok Terap di Jerambah Jelutih yang berada di kawasan Hutan Desa Jelutih Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batang Hari. Di gendongannya terlihat bayi mungil yang juga bau dimandikan. Bayi itu itu hanya belum mengenakan pakaian sesuai adat Orang Rimba, kain gendongan yang menyangkut di leher ibunyalah yang akan menjadi penghangatnya. Biasanya kain untuk menggendong bayi merupakan kain dengan kualitas baik dan harus berwarna terang yang diyakini Orang Rimba termasuk bagian dari cara mendekatkan diri ke dewa dan melindungi kehidupan mereka. Sayangnya bayi malang itu kini hanya digendong dengan kain biasa yang berwarna gelap.

“Hopi ado koin lagi (tidak ada kain lagi),”kata Induk nengkaram menjelaskan. Menurutnya sangat tidak layak kalau bayi di gendong dengan kain warna gelap. Harusnya dengan yang berwarna terang. Namun apa daya, ketika pemukiman Orang Rimba di bakar oleh karyawan PT PT Bahana Karya Semesta (BKS) anak perusahaan Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk beberapa waktu lalu turut menghabiskan semua harta benda Orang Rimba.

Kain yang dipakai sekarang adalah pemberian kerabatnya dari kelompok lain setelah mereka berhasil melarikan diri dari kerusuhan yang terjadi. Tidak ada harta benda yang berhasil mereka selamatkan, hanya kain yang melekat di badan yang mereka bawa. “Kami menyelamatkan budak iyoy nan penting (kami menyelamatkan anak-anak yang terpenting,”kata Induk Meruli.

Ketika mengenang kembali kejadian pengusiran yang berujung kekerasan serta pembakaran yang terasi di Divisi IV areal perkebunan PT BKS yang berada di Dusun Baru Kecamatan Pauh Sarolangun itu, Orang Rimba menyebutnya dengan peristiwa penyiksaan yang sangat pedih. Termasuk membawa lari dua perempuan yang bau seminggu habis melahirkan, yaitu Induk Meranu Bungo dan Induk Seringan. Dengan bayi di tangan dan tubuh yang masih lemah mereka ikut berlari menyelamatkan diri dari amu...baca selanjutnya...


news/2016/News_201606_Ketika_Sudung_dan_Kain_Orang_Rimba_Hangus_Terbakar2.jpg news/2016/News_201606_Ketika_Sudung_dan_Kain_Orang_Rimba_Hangus_Terbakar3.jpg



Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =