NEWS RELEASE:

Masyarakat Serampas Raih Penghargaan Apresiasi Wana Lestari Kementrian LHK 2016

news/2016/News_201608_Masyarakat_Serampas_Raih_Penghargaan_Apresiasi_Wana_Lestari_Kementrian_LHK_20161.jpg

Hasan Apede Kepala Desa sekaligus wakil ketua Kelompok Pengelola Hutan adat Rantau Kermas, tampil sebagai penerima penghargaan yang diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili oleh Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hadi Daryanto di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta 16 Agustus 2016.

“Alhamdulillah bangga rasanya kami bisa meraih penghargaan ini, dengan adanya penghargaan ini meningkatkan semangat kami untuk terus menjaga dan mengelola hutan adat kami untuk menjaga kelestarian lingkungan untuk kami dan anak cucu nanti,”sebut Hasan Apede.

Masyarakat Rantau Kermas merupakan salah satu bagian dari Marga Serampas yang baru-baru ini mendapat Pengukuhan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2016 tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum serampas. Masyarakat yang tergabung dalam Marga Serampas ini, merupakan kelompok masyarakat yang memiliki komitmen yang baik dalam menjaga hutan dan lingkungan disekitar mereka.

Salah satunya Desa Rantau Kermas, desa penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, berinisiatif untuk melindungi kawasan hutan di sekitar desa mereka yang berada di kawasan areal penggunaan lain dengan skema Hutan Adat seluas 130 ha, yang berada di dua lokasi. Penetapan hutan adat ini sudah disahkan melalui Peraturan Desa (Perdes) Rantau Kermas nomor 01/kades/RK/3/2000, dan kemudian dikukuhkan oleh Bupati Merangin melalui SK nomor 146/Disbunhut/2015 tentang Penetapan sebagian rela hutan di Desa Rantau kermas di Kecamatan Jangkat seluas 130 ha sebagai Hutan Adat rantau Kermas.

Hutan adat ini dikelola masyarakat lebih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hutan. Hutan yang terpelihara berarti jaminan untuk kelancaran pengairan sawah, Pembangkit Listrik tenaga Mikro Hidro (PLTMH), yang menjadi sumber energi bagi lebih dari 103 KK penduduk desa yang bisa dijangkau sekitar 5 jam perjalanan kendaraan roda empat dari Bangko Ibukota Kabupaten Merangin. Selain itu, masyarakat memproteksi...baca selanjutnya...


news/2016/News_201608_Masyarakat_Serampas_Raih_Penghargaan_Apresiasi_Wana_Lestari_Kementrian_LHK_20162.jpg news/2016/News_201608_Masyarakat_Serampas_Raih_Penghargaan_Apresiasi_Wana_Lestari_Kementrian_LHK_20163.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =