NEWS RELEASE:

Workshop Peluang dan Tantangan Implementasi Perda Karhutla

news/2016/News_201612_Workshop_Peluang_dan_Tantangan_Implementasi_Perda_Karhutla1.jpg

Kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 lalu telah meluluhlantakkan hutan dan lahan gambut di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Pasca kejadian itu, para pihak berusaha mencari solusi dalam rangka mitigasi kebakaran di tahun-tahun yang akan datang. Di tingkat pusat, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. Perpres ini menjadi payung hukum dalam melakukan restorasi lahan gambut seluas 2 juta hektar lebih yang terbakar, serta menjadi pedoman bagi para pihak untuk menjaga dan merawat lahan gambut yang masih tersisa.

Sementara di tingkat daerah, Pemprov Jambi bersama TNI, Kepolisian, NGO dan pihak lainnya saling membahu mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Puncaknya adalah pengesahan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Untuk menakar dan menganalisis efektifitas implementasi Perda ini, kemarin (29/12), Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kehutanan menggelar workshop “Peluang dan Tantangan Implementasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh masukan dan rekomendasi bersama terkait implementasi Perda untuk menjawab persoalan kebakaran hutan dan lahan, khususnya lahan gambut di Provinsi Jambi. Kegiatan ini diikuti oleh 123 peserta perwakilan dari SKPD terkait, TNI, Kepolisian, akademisi, NGO, mahasiswa, serta perusahaan yang ada di Provinsi Jambi.

Menurut staf ahli DPRD Provinsi Jambi, Junaidi, Perda karhutla ini adalah perda yang diinisiasi karena terjadi kebakaran dan kabut asap pada tahun 2015. Terkait hal itu DPRD melakukan komunikasi dengan melibatkan beberapa NGO yang intens di isu lingkungan. Tingginya sebaran hotspot dari tahun 2014-2015, menjadi dasar untuk adanya Perda tersebut.

“Jambi menjadi inisiator utama, untuk...baca selanjutnya...


news/2016/News_201612_Workshop_Peluang_dan_Tantangan_Implementasi_Perda_Karhutla2.jpg news/2016/News_201612_Workshop_Peluang_dan_Tantangan_Implementasi_Perda_Karhutla3.jpg news/2016/News_201612_Workshop_Peluang_dan_Tantangan_Implementasi_Perda_Karhutla4.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =