NEWS RELEASE:

Produsen Kelapa Sawit terbesar kedua di Indonesia gagal menerapkan kebijakan keberlanjutannya.

LSM menganggap bahwa Astra Agro Lestari terlalu lambat dalam mengimplementasikan kebijakan keberlanjutannya; mereka mempertanyakan intensitas perusahaan tersebut dalam menjalankan seluruh komitmennya.
news/2017/New_201702_Astra_Agro_Lestari_palm_oil_producer_fails_to_deliver_on_its_sustainability_policy1.jpg

Astra Agro Lestari, Perusahaan kelapa sawit ke-dua terbesar di Indonesia, telah gagal dalam mengatasi beberapa kesenjangan dalam menerapkan kebijakan keberlanjutan yang telah diidentifikasi oleh beberapa LSM Indonesia dan Internasional pada bulan September lalu. Rainforest Foundation Norway, Mighty, KKI Warsi, Yayasan Merah Putih Palu (YMP), dan SumOfUs mengirim sebuah surat yang mempertanyakan kesigapan mereka dalam mengatasi kesenjangan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan kritis lainnya. Astra telah melewatkan batas waktu penyampaian informasi tersebut pada tanggal 5 Desember yang sebenarnya telah diminta pada tanggal 26 september lalu. Segera setelah itu, Astra meminta diadakan pertemuan lagi dengan LSM. Selagi menanggapi jawaban tersebut, LSM-LSM yang lain tidak merasa senang.

“kami ingin melihat informasi rinci mengenai perencanaan dan kedisiplinan mereka sesuai batas waktu yang diberikan. Sudah cukup diskusi yang diadakan, sekarang kami menginginkan aksi nyata” kata Anja Lillegraven, kepala Asia and Oceania Department of Rainforest Foundation Norway. Kegagalan Astra ini tidak bisa diterima dan menunjukkan bahwa sekedar kebijakan bagus saja tidaklah cukup.

Kebijakan keberlanjutan Astra diumumkan pada bulan September 2015 lalu, menyusul kampanye yang memuat rilis laporan mengenai deforestasi besar-besaran dan pelanggaran hak asasi manusia didalam konsesi Astra. Kampanye tersebut juga meliputi aksi “grassroot” diseluruh dunia yang ditujukan pada pemimpin Astra, seorang konglomerat kaya Jardines Matheson, dan jaringan hotel mewah mereka, the Mandarin Oriental.

“Usaha Astra untuk menyelesaikan konflik dan mengganti rugi pelanggaran HAM, seperti yang telah dijanjikan dalam kebijakan, masih jauh dari kepuasan,” kata Diki Kurniawan, Direktur KKI WARSI, salah satu LSM Indonesia yang melakukan advokasi terhadap hak-hak Orang Rimba. Anggota Kelompok suku asli Orang Rimba yang tinggal di Provinsi Jambi masih hidup diambang kelaparan pasca kehi...baca selanjutnya...


news/2017/New_201702_Astra_Agro_Lestari_palm_oil_producer_fails_to_deliver_on_its_sustainability_policy2.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =