NEWS RELEASE:

Kehilangan Hutan munculkan konflik berkepanjangan

Outlook WARSI menentang rezim perizinan pendukung deforestasi
news/2017/News_201707_Kehilangan_hutan_munculkan_konflik_berkepanjangan1.jpg

Kehilangan hutan Sumatera ini sebanding dengan peningkatan lahan kritis dan pergantian hutan alam menjadi tanaman monokultur. “Dari analisis Citra Satelit Lansat TM 8 yang dilakukan WARSI, pada 2015 lahan kritis atau areal terbuka meningkat jadi 556 persen, Peningkatan perkebunan sebanyak 141 persen Peningkatan Hutan Tanaman industri 381 persen,”kata Sukri Sa’ad Anggota Dewan Pengawas Komunitas Konservasi Indonesia WARSI di Jambi, Jumat (21/7).

Dalam penuturannya Sukri yang didampingi oleh Direktur Eksekutif KKI WARSI Dki Kurniawan menyebutkan kehilangan hutan dalam jumlah yang signifikan ini telah membawa dampak pada masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar hutan. “Kehidupan di dalam dan sekitar hutan menjadi termarginalkan, serta akses dan keterlibatan masyarakat mengelola hutan sangat di batasi,”sebutnya.

Dampak lainnya yang muncul adalah kerusakan ekologi dan hilangnya plasma nutfah dan cadangan biodiversity penting. Kondisi ini telah memicu bencana ekologis dan perubahan iklim. WARSI mencatat dalam kurun 2010-2016 tercatat korban meninggal akibat banjir dan longsor 46 orang dan korban meninggal akibat bencana penambangan illegal tercatat 55 orang dalam kurun 2012-2016.

“Deforestasi dan degradasi hutan juga menyebabkan berkurangnya sumber pangan dan ketersediaan air bersih, dampak ini paling dirasakan oleh kelompok masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan dengan kondisi ekonomi yang juga masih rendah,”lanjutnya.

Kehilangan hutan dan melebarnya tanaman monokultur yang dikuasai oleh korporasi juga telah menimbulkan dampak sosial. Salah satunya adalah konflik lahan, konflik sosial dan konflik satwa yang tidak kunjung terurai. WARSI mencatat sejak beberapa tahun ini, konflik lahan terus saja terjadi. Untuk di Jambi saja pada tahun 2013 23 kasus, 2014 16 kasus, 2015 25 dan 2016 8 kasus. “Konflik-konflik lahan ini melibatkan perusahaan besar HTI dan perkebunan sawit, di antaranya, Sinar Mas Group melalui perusahaan...baca selanjutnya...


news/2017/News_201707_Kehilangan_hutan_munculkan_konflik_berkepanjangan2.jpg news/2017/News_201707_Kehilangan_hutan_munculkan_konflik_berkepanjangan3.jpg news/2017/News_201707_Kehilangan_hutan_munculkan_konflik_berkepanjangan4.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =