NEWS RELEASE:

Darurat Hutan Jambi

Rilis Catatan Akhir Tahun 2017

Provinsi Jambi masih belum mampu menghambat laju deforestasi. Dari analisis Citra Satelit yang dilakukan tim GIS Komunitas Konservasi Indonesia WARSI, tutupan hutan di Provinsi Jambi 2017 tinggal 930 ribu ha, atau hanya 18 persen dari luas daratan Jambi. Kehilangan hutan dipicu sejumlah aktivitas manusia, di antaranya alih fungsi hutan, tambang illegal dan perambahan liar. Kehilangan hutan telah memicu berbagai masalah di Provinsi Jambi. Bencana ekologis, konflik satwa dan manusia masih menjadi persoalan yang terus berulang. Tahun ini banjir dan longsor terjadi beberapa kali di sejumlah daerah di Provinsi Jambi. Sebanyak 7 orang kehilangan nyawa, ribuan mengungsi, ribuan rumah terendam. Ribuan ha sawah serta fasilitas umum seperti sekolah, mushala dan pusat kesehatan juga ikut terendam. Selain banjir di Jambi juga ditemukan sejumlah kasus longsor, hujan deras disertai angin kencang dan petir. Sejumlah pohon di pusat permukiman bertumbangan, juga menewaskan seorang warga di Desa Awin Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Penambangan emas tanpa izin (PETI) di kembali merenggut korban jiwa sebanyak tujuh jiwa. Penambangan emas liar di Provinsi Jambi paling banyak terjadi di Kabupaten Merangin, Sarolangun dan Bungo. Interprestasi Citra Lansat 8 tahun 2017 kerusakan lahan akibat penambangan emas illegal seluas 27.822 ha, terluas di Sarolangun yaitu 13.762 ha, disusul Merangin 9.966 ha dan Bungo seluas 4.094 ha. Dibanding analisis tahun 2016 areal yang dibuka untuk penambangan illegal meningkat lebih dari 100 persen di wilayah Merangin dan Sarolangun. Areal tambang illegal ini diperkirakan separonya merupakan kawasan persawahan yang merupakan sumber pangan masyarakat setempat. Penambangan PETI ini, terjadi di sepanjang alur-alur sungai. Akibatnya alur sungai menjadi lebih luas dan terdapat bekas galian terbuka yang menjadi lahan kritis. “Dari analisis yang dilakukan pengerukan tambang ilegal sudah masuk ke dalam kawasan lindung, yaitu kawasan Tam...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =