NEWS RELEASE:

Batubara Taman Nasional Jadi Kawasan Pertambangan

news/2006/News_200604_Batubara1.jpg

Kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh kembali terusik dengan keluarnya Surat Keputusan Nomor KPTS 38/1/2006 tanggal 25 Januari 2006 oleh Gubernur Riau. Berdasarkan surat keputusan ini, gubernur memberikan kuasa eksplorasi pertambangan batu bara kepada PT. Citra Tambang Riau di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir seluas 5.695 hektar.


Namun, hasil penentuan titik koordinat wilayah pengelolaan pertambangan PT. Citra Tambang Riau oleh Konsorsium Bukit Tigapuluh ?yang terdiri dari lima lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati kelestarian Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)- menunjukkan, wilayah tambang itu tumpang tindih dengan kawasan TNBT seluas 118,27 hektar dan juga rencana rasionalisasi (perluasan) taman nasional.


?Memang secara berkala kawasan cakupan taman nasional harus dirasionalisasi. Akan ada proses melepaskan kawasan maupun menambah cakupan, tergantung perkembangan situasi dan kondisi. Namun, adanya praktik pertambangan di kawasan itu tanpa ada rambu-rambu yang jelas akan mengganggu kelestariannya,? kata koordinator Konsorsium Bukit Tigapuluh, Diki Kurniawan, Senin (3/4).


Menurut Diki, rasionalisasi kawasan TNBT telah mendapat sambutan positif Gubernur Jambi. Untuk Wilayah Jambi telah didapatkan rekomendasi rasionalisasi Gubernur Jambi pada 23 Januari 2006 ?seluas 73.835 hektar- yang ditujukan langsung kepada Menteri Kehutanan.


Rasionalisasi TNBT yang kini resmi memiliki cakupan seluas 144.223 hektar harus dilakukan, mengingat potensi sumber daya alam yang ada di dalamnya serta hutan penyangganya. *** (Nel)


news/2006/News_200604_Batubara2.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =