NEWS RELEASE:

Enam Tahun Sokola Rimba Untuk Orang Rimba

Mulanya Di Tolak, Akhirnya Dibutuhkan

Awalnya menolak, akhirnya membutuhkan. Demikianlah sekarang Orang Rimba (Indigenous People-suku asli di Taman Nasional Bukit Duabelas/TNBD, Jambi) memandang pentingnya sokola (baca pendidikan-red) yang selama ini disebar oleh Guru-guru Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi. Kendati masih sangat sederhana cara belajar bahkan metode pelajarannya yang hanya untuk bisa penguasaan baca, tulis, hitung, namun itu tetap sangat berarti. Metode pelajarannya jelas tidak seperti sekolah umum pemerintah. Mereka sekolah tanpa seragam, tanpa gedung, meja dan bangku. Mereka belajar hanya dengan diatapi terpal biasa, alas tikar. Sementara waktu belajar sangat fleksibel, disesuaikan dengan waktu belajar anak-anak Rimba. Karena biasanya, pada pagi hingga siang hari ada yang harus membantu orang tuanya berladang atau berburu. Buku, dan alat-alat tulis di bawa langsung oleh para Guru Rimba ke dalam Hutan. Papan tulisnya pun kecil dan sederhana, agar mudah di bawa kemana-mana untuk mengunjungi murid Rimba lainnya yang tinggal di pedalaman hutan TNBD. Pendidikan baca, tulis, hitung ini sendiri sesungguhnya untuk membantu Orang Rimba yang seringkali ditipu ketika mereka harus melakukan jual beli hasil hutan non kayu yang akan mereka jual. Seperti menjual getah karet, damar, jernang, dan rotan. Seringkali mereka tidak tahu perhitungan uang. Bahkan seringkali juga mereka tertipu ketika harus melepas lahan kebun karetnya karena dianggap telah menjual. Apalagi mereka telah mencap jempol surat yang mereka sendiri tidak tahu isinya. Demikian terungkap dalam acara mengenang perintis pendidikan alternatif untuk Orang Rimba, Yusak Adrian Panca Pangeran Hutapea S.Sos, belum lama ini, di kantor KKI Warsi, Jambi. Hadir dalam acara itu Guru Rimba Warsi yang masih aktif, staf, wartawan, juga kedua orang tua almarhum Yusak, Ibu Roosni dan Bapak WP Hutapea. Diungkapkan oleh Guru Rimba Warsi, Agustina D Siahaan yang juga didampingi oleh Staf Komunikasi, Musfarayani, kendati sudah banyak yang...baca selanjutnya...






Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =