NEWS RELEASE:

Pengakuan HAM Suku Asli Adalah Kemutlakan

Dari Forum Pertemuan Suku-suku Asli Minoritas Indonesia 17-19 Januari 2005, Di Jambi

Sebanyak 15 suku asli dari Riau, Jambi, Mentawai, Sulawesi dan Jawa, menuntut negara dalam hal ini pemerintah Republik Indonesia untuk mengakui keberadaan mereka sebagai bagian dari bangsa negeri ini. Termasuk mengakui dan menjungjung tinggi Hak-Hak Azasi Manusia (HAM) masyarakat suku asli seluruh Indonesia yang selama ini terabaikan.

Demikian ditandaskan para suku asli dalam acara Forum Pertemuan Suku-suku Asli minoritas Indonesia yang difasilitasi oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Jambi pada 18-19 Januari 2005, di Hotel Tepian Ratu, Jambi. Acara itu juga dihadiri Sekretaris Pelaksana AMAN, Emilianus Kleden, kaum akademisi, LSM. Mereka juga menghadirkan pembicara dari akademisi seperti Iwan Tjitra Jaya, sosiolog Universitas Indonesia yang berbicara pada sesi II setelah ?kesaksian? peserta wakil dari suku asli mengungkapkan penderitaan yang selama ini mereke alami.

Disebutkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani oleh 75 peserta ini bahwa selama ini hampir semua masyarakat dari suku asli mengalami tekanan eksploitasi atas kawasan dan sumber daya alam yang menjadikan suku-suku asli minoritas ini menjadi sangat miskin. Simak saja kesaksian yang diberikan oleh Suku-suku asli di Provinsi Riau seperti Suku Laut, Guano,Bengkalis. Mereka kini lebih sering terjerat hutang oleh toke-toke setempat yang dengan seenaknya memainkan harga ikan. Sementara ikan yang biasa mereka peroleh di laut juga hanya sedikit, karena banyak pendatang menggunakan pukat harimau untuk mengambil ikan yang akhirnya merusak ekosistem laut hingga ke pantai yang merupakan wilayah hidup dan penghidupan suku-suku tersebut.

?Saya suku laut. Kerja saya sehari-hari adalah nelayan. Tidak punya sejengkal tanah pun hanya sebagai nelayan. Kalau bisa pun saya mendapatkan ikan hari ini, tapi sebulan bisa saja tidak dapat sama sekali. Saya dan banyak dari masyarakat kami kemudian terlibat hutang dengan toke-toke di daratan. Sehingga kalau rumah kami di laut pu...baca selanjutnya...





Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =