NEWS RELEASE:

Aksi Simpatik Peduli Asap KKI Warsi

news/2004/News_200409_Asap1.jpg

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi melakukan aksi simpatik dengan membagikan sekitar 2.000 masker kepada masyarakat kota Jambi dan 1.000 masker lainnya di Muarabulian, Batanghari secara serentak, Sabtu (12/9).

Aksi ini, menurut Koordinator Lapangan, Invicta Sujarwati, bukan hanya sekadar untuk membagikan masker tetapi juga memberikan pendidikan kepada publik tentang betapa kritisnya kondisi hutan di Jambi, sehingga setiap tahun harus menghadapi kebakaran hutan. Ironisnya, menurut Invicta lagi, kebakaran itu bukan lagi disebabkan proses fenomena alam yang bernama kemarau melainkan juga karena beberapa perusahaan yang memanfaatkan moment tersebut untuk membakar lahannya.

?Karena itu kegiatan membagi masker ini sebenarnya untuk mengetuk dan membuka mata hati masyarakat Jambi tentang kondisi hutan di sini yang kerusakannya memang sudah parah. Seharusnya, ada tindakan yang tegas terhadap pelaku yang suka membakar lahan hutan di Jambi,? tegas Invicta yang kesehariannya adalah Staf Kampanye dan Informasi KKI Warsi.

Dari data yang dimiliki KKI Warsi, sebagai fenomena alam, kebakaran hutan di kawasan hutan dataran rendah sesungguhnya telah berulangkali terbakar paling tidak sejak 17.500 tahun lalu. Ini berdasarkan pendataan karbon radioaktif dari endapan kayu arang di Kalimantan Timur. Tapi dalam dua dekade belakang ini, kebakaran hutan telah berubah dari sesuatu yang menbjadi ciri alami Indonesia selama ribuan tahun menjadi becana. Peran manusia dalam memulai kebakaran semakin besar karena aktifitas perburuan, pengambilan hasil hutan, kayu dan pembukaan lahan pertanian/perkebunan. Pada kondisi inilah sesungguhnya yang sering terjadi menjadi penyebab bencana kebakaran di hutan dataran rendah seperti Jambi.

Hutan yang semakin renggang akibat pembalakan jelas mengalami degradasi dan ditumbuhi semak belukar sehingga jauh lebih rentan terhadap kebakaran ditambah lagi dengan fenomena iklim seperti Elnino. Kebakaran yang terbesar pada h...baca selanjutnya...


news/2004/News_200409_Asap2.jpg news/2004/News_200409_Asap3.jpg news/2004/News_200409_Asap4.jpg news/2004/News_200409_Asap5.jpg




Berita terkait:
 
TULIS KOMENTAR:
 
     
  Tanggal:  
  Nama:  
  Email:  
  Komentar:  
  =