Filter Year:

PHBM Sebagai Instrumen Pembangunan

Salah satu faktor penting dalam mempertahankan hutan tersisa dan pengelolaan hutan yang sudah berjalan adalah pelimpahan kendali atas sumber daya alam kepada masyarakat. Program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM), yang kemudian mendapat apresiasi dari pemerintah dengan meluncurkan program perhutanan sosial, menjadi upaya penting dalam upaya penyelamatan hutan. KKI WARSI bersama beberapa stakeholder mengadakan Workshop dengan tema Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) Sebagai Instrumen Pembangunan: Pengalaman Fasilitasi Masyarakat di Dalam dan Sekitar Hutan. Workshop ini bertujuan agar Para Pihak dapat mendapatkan informasi terkait PHBM yang dapat menjadi salah satu basis untuk pengambilan kebijakan desa–desa di dalam dan sekitar hutan serta untuk mendorong Para pihak terkait dapat berkontribusi positif  untuk  mendukung masyarakat mendapatkan manfaat setelah mendapatkan legalitas pengelolaan hutan.Workshop ini diikuti oleh SKPD terkait, Kementrian LHK, KPH yang terlibat, serta masyarakat yang terkait.

Continue Reading

Panen Raya Padi Organik di Nagari Sumpur Kudus

Matahari pagi baru saja menyinsing di ufuk timur, namun masyarakat dari Nagari Sumpur Kudus sudah mulai beranjak menuju areal persawahan. Pagi itu memang sudah diagendakan akan ada kegiatan panen bersama padi organik. Dalam kegiatan ini ada sekitar 38 orang dari anggota kelompok Sekolah Lapangan Persatuan Petani Organik Nagari Sumpur Kudus (SL P2ONSK) yang merupakan dampingan dari KKI Warsi turut terlibat. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Dinas Pertanian Sijunjung, Camat Sumpur Kudus, Danramil serta Wali Nagari Sumpur Kudus.

Continue Reading

Paten Parti ala Sumpur Kudus

Pelatihan Pemantauan Ekosistem Hutan Partisipatif (Paten Parti), enam nagari di Cluster Sumpur Kudus menyepakati Komitmen Pengelolaan Bersama Hutan Nagari. Acara yang digelar akhir Maret ini, diikuti perwakilan 6 nagari, yaitu Nagari Sumpur Kudus, Unggan, Tanjung Bonai Aua (TBA), Mangganti, Tanjung Lobuah dan Silantai.

Continue Reading

Komitmen Iklim Nasional Gagal Menjadi Perhatian Kandidat Presiden dalam Debat Capres 2

Kedua kandidat Presiden yang bertarung dalam Debat Capres II yang diselenggarakan oleh KPU malam tadi gagal melihat komitmen iklim nasional sebagai benang merah sekaligus penentu dari kelima isu yang dibahas dalam debat, yakni infrastruktur, pangan, energi, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Hal ini terungkap dalam diskusi Rekap Debat Pilpres II dan Apa yang Harus Diperkuat terkait Komitmen Iklim Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Madani Berkelanjutan pada hari Senin, 18 Februari 2019 di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Continue Reading

Masa Depan Karet

Gonjang-ganjing harga karet dunia masih terjadi hingga saat ini. Anjloknya harga karet hingga pada titik ekstrem berimbas pada negara-negara produsen karet, Indonesia salah satunya. Sebagai negara dengan lahan karet terbesar di dunia, dampak tersebut sangat terasa, terutama di kalangan petani. Harga karet dunia yang saat ini berada pada kisaran 1,33 dollar AS per kilogram atau Rp. 6000 harga di tingkat petani membuat produksi karet menjadi lesu, padahal harga karet normal berada dikisaran 1,5 dollar AS-1,6 dollar AS.

Continue Reading

Nagari Indudur Genjot Perluasan Sawah Organik Melalui Sekolah Lapang

Nagari Indudur Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatra Barat komit mengembangkan pembudidayaan padi secara organik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walinagari Indudur, Zofrawandi, usai pelaksanaan Workshop Pertanian Organik Nagari Indudur, pada Selasa (22/1) di Kantor Walinagari Indudur.

Dalam upaya perluasan areal persawahan organik, Zofrawandi menargetkan semua masyarakat petani di Indudur mempraktikan polarisasi organik. Menurutnya polarisasi organik tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi yang membawa kesejahteraan masyarakat petani.

Continue Reading