Category: education

Envisioning the Smart and Healthy Life for the Orang Rimba

Being smart and healthy is a need for everybody, not limited to the Orang Rimba communities. Whilst, even the drastic forest conversion where they belong to and live in (red: a “home”) has marginalized their groups. Thus, any support and commitment from multi parties to encourage the Orang Rimba is very necessary to let this tribe keep up with other communities around.

Continue Reading

Budi, a thief grows into an army

"Bu Agui," said Budi, when he reminiscences the times he learnt to know alphabets and numbers for the first time in Bukit Dua Belas National Park. Budi is only a simple name given by a shaman (generally known as midwife at the moment) who welcomed him in Asohon, a rural place in further area of Bukit Dua Belas National Park. Agui, also known as Agustina Siahaan, a.k.a Xena (nickname given by other facilitator staffs), was one of education facilitators of KKI WARSI who taught the Orang Rimba children at that time. Budi was a student going to school only to follow his elder brother, Beralun.

Continue Reading

Supriyanto Si Anak Rimba Ingin Jadi Polisi

Bujang—demikian Supriyanto si anak Rimba ini di panggil keluarganya. Supri kini tengah mengikuti Seleksi Penerimaan Polri 2016. Pemuda bertubuh tegap ini, bertekad untuk mengikuti setiap tahapan seleksi hingga akhir nanti.

Continue Reading

Tiga Anak Rimba Ikut Lomba Dendang Syair Melayu

Tiga anak rimba unjuk kebolehan dalam lomba dendang syair Melayu Jambi tingkat provinsi yang digelar oleh Kantor Bahasa Provinsi Jambi, kemarin (8/4). Budi (18), Betulus (16), dan Bejujung (12) tak canggung berhadapan dengan peserta lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Tercatat sebanyak 49 peserta yang mendaftar sebagai peserta, namun yang mengikuti lomba hanya 29 peserta.

Continue Reading

Merangin Komitmen Sekolah Hijau

Setelah sukses dengan program kawasan rumah pangan lestari, tampaknya Kabupaten Merangin akan mengembangkan program serupa di tingkat sekolah-sekolah. Pola yang akan dikembangkan di sekolah akan dikenal dengan sekolah hijau. Hal ini disampaikan Camat Tabir Selatan, Sukoso saat menghadiri kegiatan pendidikan lingkungan hidup yang dimotori KKI WARSI di SMPN 17 Merangin.

Continue Reading

Memperjuangkan Kemerdekaan Pendidikan Orang Rimba

Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim berkesempatan untuk melihat langsung kondisi Orang Rimba dan pendidikan yang mereka jalani. Dalam kunjungannya ke Kelompok Orang Rimba Terap ini, Musliar Kasim menyatakan dukungannya terhadap pendidikan alternatif yang dilakukan WARSI di komunitas Orang Rimba selama ini. Program ini seiring dengan program pemerintah pusat untuk memberikan kesempatan pada anak-anak rimba untuk mendapatkan pendidikan.

Continue Reading

Setelah Lulus Un, Tujuh Anak Rimba Lanjutkan Smp

Meranggai dan keenam teman lainnya berhasil memperoleh nilai rata-rata 7 untuk ketiga mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Continue Reading

Beteguh, Pelajar Yang Menjadi Guru Anak Rimba

Sejak 1998 KKI Warsi memperkenalkan pendidikan alternatif pada Orang Rimba dengan konsep pendidikan yang sesuai dengan adat dan budaya Orang Rimba, dan metode yang dipilih adalah baca tulis dan hitung. Untuk memudahkan anak-anak rimba mengingat huruf dan angka, biasamya huruf dan angka tersebut dianalogikan dengan benda-benda yang ada disekitar mereka. Kini metode pengajaran yang mengaitkan dengan lingkungan sekitar dikenal dengan metode kontekstual teaching and learning dan diakomodir dalam kurikulum 2013.

Continue Reading

Besudut, Potret Perjuangan Pendidikan Orang Rimba

Di tengah sengkaturnya pelaksanaan UN tingkat SMA tahun ini, ada sesuatu yang membanggakan bagi Jambi, yaitu adanya anak rimba yang perdana dan satu-satunya yang mengikuti Ujian Nasional yang digelar awal minggu lalu hingga kamis kemarin.

Continue Reading

In Memory Of Yusak The Orang Rimba Education Hero

Dalam rangka mengenang 14 tahun meninggalnya pionir guru Orang Rimba, Yusak Adrian Hutapea, kemarin (3/4), Komunitas Konservasi Indonesia Warsi menggelar kegiatan bertajuk In Memory of Yusak The Orang Rimba Education Hero. Kegiatan ini juga menampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan perjuangan Yusak saat mengajar Orang Rimba. Acara ini dihadiri ibu kandung Yusak, Ibu Rusni, dari Jakarta, dan murid-murid rimba generasi pertama dari Makekal, Bukit Duabelas, Provinsi Jambi.

Continue Reading

150 Anak Rimba Menanti Pendidikan

Sebagaimana yang tertuang dalam pasal 31 ayat 1 dan 2, bahwa setiap Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Namun amanat tersebut tampaknya tidak berlaku untuk beberapa anak rimba yang berada di Jalan Lintas Sumatera yang sampai saat ini masih berjuang untuk memperoleh hak pendidikan.

Continue Reading

Anak Rimba Kunjungi Sekolah

Kerusakan hutan yang semakin meningkat dari tahun ke tahunnya tidak hanya mengancam kehancuran keanekaragaman hayati, namun juga masyarakat yang ada di dalam dan di sekitar hutan yang selama ini menggantungkan hidupnya terhadap sumber daya alam yang ada di hutan. Hingga pada tahun 2000-an tutupan hutan Jambi yang tersisa hanya berkisar 1,6 juta hektar termasuk empat taman nasional yang ada di daerah itu, yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, Berbak, Bukit Dua Belas dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Dampak nya kini menjadi persoalan baru yang menyentuh seluruh sendi kehidupan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar hutan, akan langsung merasakan akibat dari tingginya laju kerusakan hutan ini. Salah satu, masyarakat yang sangat menggantungkan hidupnya pada hutan, yaitu Orang Rimba yang hidup menyebar di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas. Mereka dengan adat dan kebudayaan yang dimiliki telah membantu menjaga kelestarian hutan.

Continue Reading

Ketika Anak Rimba Ikut Sekolah Formal

Senin pagi (13/7) ada yang berbeda pada kelompok Orang Rimba di SPC Pelakar Jaya Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin Jambi. Pemukiman Orang Rimba yang berjarak sekitar 700 meter dari transmigrasi Pelakar Jaya itu, terasa bersemangat. Sejak pukul 6 pagi, anak-anak dan orang tua dari rombong Nungkai ini sudah membasuh diri di dua sumur yang terdapat di pemukiman itu . Bukan hal yang biasa bagi Orang Rimba mengawali aktifitasnya dengan membasuh diri di sumur. Selama ini Orang Rimba identik dengan kebiasaan mereka yang jarang mandi dan membersihkan diri.

Continue Reading

Pemkab Sarolangun,

Komunitas Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi, masih tergolong suku asli yang terpinggirkan. Ini ditandai dengan akses pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi yang merupakan hak setiap warga negara masih belum dapat dinikmati oleh Orang Rimba. Pendidikan misalnya, yang didapatkan Orang Rimba masih sebatas pendidikan alternatif yang dikembangkan KKI Warsi. Namun untuk ke depan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi Orang Rimba akan mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Continue Reading

Sembilan Tahun Pendidikan Rimba

Membaca koran, menjadi salah satu kegemaran anak-anak rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi. Meski koran yang mereka baca bukan koran terbitan terbaru, tapi yang jelas mereka sangat suka membacanya, demikian juga ketika dibawakan buku-buku cerita, mereka akan berebut untuk membaca duluan, ujung-ujungnya karena tidak sabar untuk menunggu giliran, akhirnya mereka akan membaca secara berkelompok.

Continue Reading

Enam Tahun Sokola Rimba Untuk Orang Rimba

Demikianlah sekarang Orang Rimba (Indigenous People-suku asli di Taman Nasional Bukit Duabelas/TNBD, Jambi) memandang pentingnya sokola (baca pendidikan-red) yang selama ini disebar oleh Guru-guru Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi.

Continue Reading

Persahabatan Suku Anak Dalam Dengan Suku Anak Jalanan

Apa jadinya ketika anak-anak Rimba yang terbiasa hidup dengan kehidupan liar di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Jambi, bertemu dengan anak-anak kota yang telah terbiasa dengan kehidupan keras di jalanan Jakarta?

Continue Reading

Sokola Orang Rimba di Bukit Duabelas

Program pendidikan informal bagi Orang Rimba yang dikembangkan oleh WARSI, boleh dikatakan banyak kemajuan. Ada beberapa murid berbakat yang siap menjadi kader pengajar, baik dikelompoknya sendiri maupun kelompok lainnya. Di lingkungan Orang Rimba pengajar dari Orang Rimba akan lebih diterima daripada pengajar dari luar.

Continue Reading