Category: konflik or

The Orang Rimba Denounced PT. SAL to Rajo Godong (Vice Government)

Five tumenggung (Head of the group) visited and told their plight to the governor of Jambi Province. All the tumenggung namely, Sikar, Kecinto Bepayung, Njalo and Meti have already come to the governor’s office since Tuesday morning (28/8). They were set to back-and-forth and were asked to wait for Assistant III of the governor. However, they were just able to meet the assistant III (Asisten III) of Local Secretariat (Setda) of Jambi Province after 2 p.m. Indeed, The Orang Rimba has no problem of waiting although it would take too much time as long as the government is capable of finding the solution and noticing their issues.

Continue Reading

WARSI Deplores the Violence against the Orang Rimba

The Orang Rimba will never forget what happened on Tuesday afternoon (19/6). It turned out to be a very hideous and frightful day for Hari and Badai Groups – the Orang Rimba dwelling in Pasir Putih Social Residence, Dwi Karya Bakti Village, Pelepat, Bungo District, Jambi Province. On Saturday (16/6) – the second day of Idul Fitri (Eid Al-Fitr, an Islamic Celebration), Ilham, (the Orang Rimba of Kitap Group in Nalo Tantan, Merangin District) visited 51 households of these groups since they have already been converting themselves into Islam.

Continue Reading

Orang Rimba Diintimidasi dan Diusir oleh Wana Perintis

Lagi-lagi Orang Rimba mengalami nasib yang menyedihkan, diintimidasi dan diusir dari lokasi yang selama ini menjadi wilayah mereka, tepatnya dalam kawasan kebun karet PT Wana Perintis yang berada di wilayah Terap yang berada di Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batanghari.

Continue Reading

Ketika Sudung dan Kain Orang Rimba Hangus Terbakar

“Hopi ado koin lagi (tidak ada kain lagi),”kata Induk nengkaram menjelaskan. Menurutnya sangat tidak layak kalau bayi di gendong dengan kain warna gelap. Harusnya dengan yang berwarna terang. Namun apa daya, ketika pemukiman Orang Rimba di bakar oleh karyawan PT PT Bahana Karya Semesta (BKS) anak perusahaan Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk beberapa waktu lalu turut menghabiskan semua harta benda Orang Rimba.

Continue Reading

Bentrok Orang Rimba dan Karyawan PT. BKS

Orang Rimba lagi-lagi menjadi korban kekerasan konflik perebutan sumber daya. Tepat di hari peringatan lahirnya Pancasila 1 juni 2016, sekelompok Orang Rimba yang membuat sudung (rumah beratap terpal tanda dinding berlantai kayu-kayu kecil yang di susun rapat) di Divisi IV areal perkebunan PT Bahana Karya Semestra (BKS) mendapat teguran dari aparat satuan pengamanan (satpam) perusahaan. Orang rimba yang bermukim di lokasi itu diminta untuk meninggalkan lokasi .

Continue Reading

Kealfaan Negara Pada Orang Rimba

W ARSI mempertanyakan peran negara terhadap konflik-konflik yang melibatkan Orang Rimba yang belakangan sering terjadi. Di permukaan konflik yang terjadi sudah langsung diredam dengan adanya perjanjian damai. Hanya saja kesepakatan damai ini, belum akan mampu mengatasi persoalan konflik yang diamali oleh orang rimba di masa yang akan datang.

Continue Reading

Joni Alami Gegar Otak, Gilan Tewas

Joni mengalami gegar otak, berdasarkan hasil rontgen yang dilakukan di Rumah Sakit Abunjani Bangko. Joni yang merupakan Orang Rimba SP A Pemenang Kecamatan Pemenang Kabupaten Merangin, korban amuk massa warga Desa Bunga Antoi Pemenang. Tindak kekerasan yang dialami Joni, berawal ketika dia dan rekannya Gilan Orang Rimba SP C Pelakar Jaya, Pemenang hendak menuju rumah kerabat Gilan di sekitar perkebunan JAW Sarolangun. ?Malam itu (kamis 13/1) sekitar jam 11 malam, Joni dan Gilan mengendarai sepeda motor melintasi jalan poros satu-satunya yang menghubungkan Pelakar Jaya ke Jalan Lintas Sumatera guna menuju ke Sarolangun.

Continue Reading

Wakil Temenggung Mlahir Tewas Mengenaskan

Seorang Rimba, Wakil Temenggung Mlahir, harus tewas dengan mengenaskan setelah terjatuh dari kendaraan alat berat (wheel loader) milik seorang pengusaha kayu yang melakukan operasi illegal logging di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) atau tepatnya di daerah Pasir Putih, Kejasung Besar, Muarasebo Ulu, Selasa (18/5).

Continue Reading

Palu Kematian, Ganjaran Bagi Pembunuh Keluarga Suku Anak Dalam

Pengadilan Tinggi Jambi menolak banding tiga terpidana mati kasus pembunuhan keluarga Suku Anak Dalam (Orang Rimba) dan justru menguatkan vonis mati yang dijatuhkan Pengadilan Negri Bangko. Ketiga terdakwa mengaku pasrah menunggu detik-detik kematian mereka.

Continue Reading

Kasus Terbunuhnya Enam Orang Rimba,

Setelah hampir satu bulan berlalu, kasus pembunuhan satu keluarga Arrau, komunitas Orang Rimba yang berada di Desa Nalo, Kecamatan Bangko, Jambi, mulai terungkap. Senin (19/02) pekan lalu, aparat kepolisiian dari Resort Sarko, menangkap tiga orang tersangka pelaku, berinisial Sg, Hr bin Aj dan Sf. Tersangka yang kini ditahan di Mapolers Bangko, berasal dari Desa Petekun, bersebelahan dengan Desa Nalo.

Continue Reading