Filter Year:

Hutan Penjaga Iklim untuk Lingkungan Hidup

Tanggal 5 Juni setiap tahunnya, masyarakat internasional secara serentak memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Melihat sejarah dari lahirnya Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tentu kita tak bisa lepas dari diadakannya Konferensi Stockholm yang diadakan pada tanggal 5-16 Juni tahun 1972 silam. Saat itu masyarakat internasional sadar akan pentingnya melakukan pembangunan yang juga berorientasi pada lingkungan dan tidak semata-mata memanfaatkan lingkungan tanpa mengetahui ataupun memedulikan     dampak yang akan terjadi terhadap lingkungan. Orientasi pun berubah, lingkungan dijadikan prioritas utama terhadap pembangunan. Hal itu tertuang di dalam hasil dari konferensi tersebut dan diabadikan dalam Deklarasi Stockholm. Total 26 poin yang terdapat di deklarasi tersebut menyiratkan bahwa negara-negara di dunia pada saat itu mulai sadar akan pentingnya membangun negara-negaranya dengan memperhatikan aspek lingkungan.

Continue Reading

Mempertahankan Keanekaragaman Hayati di Hutan

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikategorikan oleh masyarakat internasional sebagai negara dengan mega biodiversity. Memiliki iklim tropis dengan luas tutupan hutan mencapai 124 juta ha (KLHK, 2017) menjadikan keanekaragaman hayati tergolong tinggi di Indonesia. Mulai dari keanekaragaman spesies hingga keanekaragaman ekosistem tersebar luas di Indonesia serta memiliki karakterisik serta permasalahannya masing – masing.

Berbicara tentang karakteristik, keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki beberapa kategori untuk dapat menjelaskan karakteristiknya. Mulai dari karakteristik wilayah hingga karakteristik spesies. Namun jika berbicara tentang permasalahan yang dihadapi keanekaragaman hayati di Indonesia, baik itu keanekaragaman ekosistem, spesies ataupun keseluruhan unsur di dalam keanekaragaman hayati itu sendiri, semuanya memiliki permasalahan yang sama, yaitu keterlibatan manusia yang berdampak buruk bagi keberlangsungannya.

Continue Reading

Dorong Akselerasi Perhutanan Sosial Melalui Revisi RPHJP

Program Perhutanan Sosial menunjukkan perkembangan yang makin baik. Di Sumatera Barat program ini berjalan dengan melibatkan para pihak. Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan program yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan melindungi hutan ini, tentu perlu adanya penyelarasan dan koordinasi program ini pada level kebijakan di tingkat daerah yang melibatkan para pihak.

Sebagai upaya untuk penyelarasan antara Perhutanan Sosial dengan kebijakan lokal di tingkat Kabupaten, telah dibangun kesepakatan oleh masing-masing Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) di wilayah Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan Revisi terhadap Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP). Hal ini merupakan tindak lanjut dari Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) antara Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat bersama Komunitas Konservasi Indonesia WARSI (KKI-WARSI).

Continue Reading

Sumatera Barat Terbitkan Pergub, KLHK Serahkan Bantuan

Sejak dicetuskan tahun 2007 hingga saat ini, Perhutanan Sosial telah banyak memberikan akses pada masyarakat terhadap pengelolaan hutan. Sesuai dengan tujuan awal dari Perhutanan Sosial, yaitu untuk mengatasi kemiskinan masyarakat baik di dalam maupun sekitar hutan. Dalam hal ini, Perhutanan Sosial menjadi sebuah terobosan penting dalam menanggulangi kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan penguasaan dan pengelolaan Kawasan hutan.

Salah satu terobosan terkait Perhutanan Sosial yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat adalah dengan terbitnya Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 52 Tahun 2018 tentang Pedoman Fasilitasi Perhutanan Sosial. Inisiatif Peraturan Gubernur ini sendiri, merupakan yang pertama kali di Indonesia.

Continue Reading

Hari Pendidikan Untuk Orang Rimba

Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia menyambut hari pendidikan untuk refleksi betapa pentingnya pendidikan untuk masyarakat Indonesia.  Pendidikan tentu menjadi suatu hal yang penting pada era milenial. Mulai dari untuk memajukan pola pikir hingga untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang mengharuskan inovasi serta kreativitas. Pemicu inovasi serta kreativitas itulah yang dapat kita temukan dalam dunia pendidikan untuk membangun kemajuan peradaban.
Tapi tak usah jauh-jauh kita bicarakan mengenai kemajuan serta permasalahan dunia pendidikan dalam sudut pandang revolusi industri 4.0 atau di lingkup peradaban yang modern. Terdapat banyak komunitas adat marginal yang tidak mengetahui tentang pentingnya pendidikan bahkan arti pendidikan itu sendiri. Komunitas masyarakat adat di Jambi, yaitu Orang Rimba, merupakan salah satu komunitas adat yang hanya sedikit bersentuhan dengan pendidikan. KKI WARSI sejak tahun 1998 telah aktif melakukan upaya untuk memfasilitasi Orang Rimba dalam mengakses pendidikan.
Jika dirunut sejak awal, perkembangan pendidikan yang didapat oleh Orang Rimba pada saat ini tentu sudah jauh lebih  baik, terutama di beberapa kabupaten yang pemerintahnya sudah mulai memperhatikan dan berpartisipasi dalam memberikan akses pendidikan untuk Orang Rimba. KKI WARSI juga memfasilitasi ataupun memberikan layanan pendidikan bagi Orang Rimba yang tidak terjangkau oleh pemerintah. Namun, tantangan tentu saja akan tetap ada. Kebiasaan Orang Rimba yang tinggal di dalam hutan merupakan suatu tantangan tersendiri dalam memberikan layanan pendidikan ke Orang Rimba.
Sebenarnya masih banyak dari Orang Rimba yang memandang pendidikan tidak begitu penting karena toh tanpa pendidikan pun mereka masih bisa mencari makan dengan mengumpulkan hasil hutan seperti Jernang atau getah karet yang tidak memerlukan kemampuan membaca ataupun menulis. Namun ada sebagian dari kelompok Orang Rimba yang telah menetap di luar hutan paham dan peduli terhadap pentingnya pendidikan. Mungkin saja karena intensitas mereka berhubungan dengan orang desa yang membuat pola pikirnya serta pandangannya terhadap pendidikan berubah. Misalnya saja di daerah selatan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

Continue Reading

Menghapus Kekhawatitan Masyarakat Terkait Hutan Lindung

Pemukiman, areal persawahan dan kebun masyarakat yang berada dalam kawasan hutan masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Bayangan akan ditangkap polisi hutan karena dianggap mengelola kawasan masih menghantui masyarakat yang berada dalam kawasan hutan. Padahal belakangan, pemerintah mulai membuka peluang masyarakat untuk mengakses hutan. Hal ini mengemuka dalam Sosialisasi Ruang dan Tata Kelola Hutan di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok, pada 25 April 2019.

“Mendengar hutan, kita terbayang tentang polisi hutan, penangkapan, dan diciduk paksa. Pernah ada kejadian warga kami ditangkap akibat menebang pohon di belakang rumahnya sendiri. Kejadian itu terjadi sekitar tahun 2013 lalu sebelum ada SK Hutan Nagari,” ujar Andrizal, Wali Nagari Sariak Alahan Tigo dalam sambutannya

Continue Reading

Hutan Untuk Masa Depan

Setiap tanggal 22 April, dunia internasional secara bersama menyambut hari bumi. Berbicara mengenai bumi, tentu kita tak akan bisa lepas dari makhluk serta apapun yang ada di dalamnya, termasuk manusia. Hubungan antara manusia dengan alam menjadi suatu hal yang penting dalam menjaga bumi. Manusia sebagai makhluk berakal di muka bumi ini tentu seharusnya dapat dengan arif dan bijak dalam menjaga hubungannya dengan alam, baik itu dalam hal mengelola ataupun menjaganya. Manusia yang memiliki akal serta pikiran yang paling baik dibanding makhluk hidup lain tentu lebih memiliki peran besar entah itu peran baik ataupun buruk terhadap apa yang terjadi di bumi ini. Baik itu udara, air, hingga hutan merupakan elemen penting dalam hal menjaga bumi.

Continue Reading

Orang Rimba dan Pemilu

Keramaian pesta demokrasi di Indonesia sudah mulai terasa sejak 2018. Kontestan dan simpatisan Pemilihan Umum (Pemilu) meramaikan bahkan menggaduhkan emosi publik yang merembet sampai ke pelosok nusantara. Hingga hari pencoblosan berbagai informasi terus berseliweran dan mengundang perdebatan. Nun jauh di pedalaman Jambi, lima jam perjalanan darat dari Kota Jambi, tepatnya di Satuan Pemukiman I (SPI) Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi keramaian juga riuh. Desa dengan berbagai macam etnis mulai dari Melayu, Sunda hingga Jawa hingga Orang Rimba turut meramaikan dinamika dalam Pemilu serentak 2019 ini.

Continue Reading

PHBM Sebagai Instrumen Pembangunan

Salah satu faktor penting dalam mempertahankan hutan tersisa dan pengelolaan hutan yang sudah berjalan adalah pelimpahan kendali atas sumber daya alam kepada masyarakat. Program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM), yang kemudian mendapat apresiasi dari pemerintah dengan meluncurkan program perhutanan sosial, menjadi upaya penting dalam upaya penyelamatan hutan. KKI WARSI bersama beberapa stakeholder mengadakan Workshop dengan tema Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) Sebagai Instrumen Pembangunan: Pengalaman Fasilitasi Masyarakat di Dalam dan Sekitar Hutan. Workshop ini bertujuan agar Para Pihak dapat mendapatkan informasi terkait PHBM yang dapat menjadi salah satu basis untuk pengambilan kebijakan desa–desa di dalam dan sekitar hutan serta untuk mendorong Para pihak terkait dapat berkontribusi positif  untuk  mendukung masyarakat mendapatkan manfaat setelah mendapatkan legalitas pengelolaan hutan.Workshop ini diikuti oleh SKPD terkait, Kementrian LHK, KPH yang terlibat, serta masyarakat yang terkait.

Continue Reading

Panen Raya Padi Organik di Nagari Sumpur Kudus

Matahari pagi baru saja menyinsing di ufuk timur, namun masyarakat dari Nagari Sumpur Kudus sudah mulai beranjak menuju areal persawahan. Pagi itu memang sudah diagendakan akan ada kegiatan panen bersama padi organik. Dalam kegiatan ini ada sekitar 38 orang dari anggota kelompok Sekolah Lapangan Persatuan Petani Organik Nagari Sumpur Kudus (SL P2ONSK) yang merupakan dampingan dari KKI Warsi turut terlibat. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Dinas Pertanian Sijunjung, Camat Sumpur Kudus, Danramil serta Wali Nagari Sumpur Kudus.

Continue Reading

Paten Parti ala Sumpur Kudus

Pelatihan Pemantauan Ekosistem Hutan Partisipatif (Paten Parti), enam nagari di Cluster Sumpur Kudus menyepakati Komitmen Pengelolaan Bersama Hutan Nagari. Acara yang digelar akhir Maret ini, diikuti perwakilan 6 nagari, yaitu Nagari Sumpur Kudus, Unggan, Tanjung Bonai Aua (TBA), Mangganti, Tanjung Lobuah dan Silantai.

Continue Reading

Komitmen Iklim Nasional Gagal Menjadi Perhatian Kandidat Presiden dalam Debat Capres 2

Kedua kandidat Presiden yang bertarung dalam Debat Capres II yang diselenggarakan oleh KPU malam tadi gagal melihat komitmen iklim nasional sebagai benang merah sekaligus penentu dari kelima isu yang dibahas dalam debat, yakni infrastruktur, pangan, energi, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Hal ini terungkap dalam diskusi Rekap Debat Pilpres II dan Apa yang Harus Diperkuat terkait Komitmen Iklim Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Madani Berkelanjutan pada hari Senin, 18 Februari 2019 di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Continue Reading

THE FUTURE OF RUBBER

The uncertainty of rubber prices hits the world today. It goes down to the extreme point and affects the rubber producing countries, one of which is Indonesia. As one of the biggest rubber producing countries in the world, it significantly influences the community especially the rubber farmers. Normally, its price is at US$ 1.5 – 1.6, yet today, it is only at US$ 1.33 or IDR 6000/kg.

Continue Reading

Indudur Nagari Intensifies Organic Farm through Sekolah Lapang

Indudur Nagari located in Kec. IX Koto Sungai Lasi, Solok, West Sumatera, has committed to developing the organic system for their farms. It was directly stated by Zofrawandi, the head of Indudur Nagari after attending an organic farm workshop held on Tuesday (22/1) in the office of head of Indudur Nagari.

To expand the organic farm areas, Zofrawandi targeted that all farmers in Indudur should practice the organic polarization. He asserted that the polarization is aimed at improving the quality production for local welfare.

Continue Reading