NEWS RELEASE: hutan

Year:

West Sumatera Blocks Deforestation

Year-end report release
../news/2017/News_201712_Rilis_Catatan_Akhir_Tahun_Sumatera_Barat1.jpg

Within the last 25 years, West Sumatera has lost 578,372 hectares forest due to forest conversion, illegal logging, and illegal mining activities. It turns out that forest conversion happens both legally and illegally. The government illegally permits forest plantation for Industrial Timber Plantation in Siberut Mentawai. Meanwhile, we can easily find illegal logging in Sijunjung District.

Continue Reading

Darurat Hutan Jambi

Rilis Catatan Akhir Tahun 2017

Provinsi Jambi masih belum mampu menghambat laju deforestasi. Dari analisis Citra Satelit yang dilakukan tim GIS Komunitas Konservasi Indonesia WARSI, tutupan hutan di Provinsi Jambi 2017 tinggal 930 ribu ha, atau hanya 18 persen dari luas daratan Jambi. Kehilangan hutan dipicu sejumlah aktivitas manusia, di antaranya alih fungsi hutan, tambang illegal dan perambahan liar.

Continue Reading

Jambi Kehilangan Hutan 8 Kali Lapangan Bola Per Jam

../news/2016/News_201606_Jambi_Kehilangan_Hutan_8_Kali_Lapangan_Bola_Per_Jam1.jpg

Dalam rentang tahun 2012 ke 2016 Jambi kehilangan tutupan hutan sebesar 189.125 ha. Dari interpretasi yang dilakukan pada tahun 2012 total hutan Jambi masih 1.159.559 ha, pada tahun 2016 sudah turun menjadi 970.434 ha.

Continue Reading

Cegah Deforestasi Dan Degradasi Hutan

Sumbar Tuan Rumah Global Partner Meeting

Rainforest Foundation Norway bersama KKI WARSI dan HuMA akan melaksanakan Seminar Publik dengan tema “Skema REDD+ Dan Hak-hak Tenurial Masyarakat Dalam Perencanaan Dan Implementasinya Terkait Tata Guna Lahan Dan Tata Kelola Kehutanan, yang akan menghadirkan nara sumber dari kepala BP REDD, Sekjen AMAN, Gubernur Sumbar dan beberapa nara sumber lainnya.

Continue Reading

Penyelamatan Zona Penyangga Untuk Mendukung Pelestarian Hutan

Penting Menemukan Solusi Konflik Pengelolaan Kawasan Hutan

Tidak bisa dipungkiri sumber daya hutan semakin menipis seiring dengan terjadinya alih fungsi ?hutan untuk berbagai penggunaan seperti ?HPH, HTI, ?perkebunan kelapa sawit hingga transmigrasi. Akibatnya kawasan kelola masyarakat semakin sempit. Kondisi ini mau tidak mau mendorong masyarakat untuk mengakses sumber daya hutan yang masih tersisa, baik yang berstatus hutan produksi bahkan lindung. Jika hal ini dibiarkan terus menerus tentu akan menyebabkan semakin rusaknya kawasan hutan tersisa. Untuk itu dibutuhkanlah kebijakan dan kerjasama semua pihak dengan memberikan solusi nyata bagi kehidupan masyarakat dan juga pelestarian kawasan.

Continue Reading