Select Page

Pohon Asuh merupakan suatu program yang dibuat serta dikembangkan oleh KKI Warsi di beberapa wilayah dampingannya. Pohon Asuh sendiri dapat diartikan sebagai penghargaan yang diberikan publik kepada masyarakat di sekitar hutan. Hal tersebut ditujukan atas kontribusi mereka terhadap perawatan pohon yang sebetulnya berdampak kepada masyarakat luas berdasarkan mekanisme yang disepakati oleh masyarakat yang ada di sekitar hutan. Sejak tahun 2016, Desa Sinar Wajo mulai menerapkan program Pohon Asuh dan telah melayani masyarakat luas yang ingin berkontribusi terhadap pelestarian alam dan penyelamatan hutan di Hutan Desa Sinar Wajo. Pada senin (20/7), KKI WARSI melakukan sosialisasi ke Desa Sinar Wajo untuk memperkuat kelembagaan serta komitmen untuk mengelola program Pohon Asuh yang berada di Hutan Desa Sinar Wajo. Sosialisasi ini diadakan di Kantor Desa Sinar Wajo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta diikuti oleh sedikitnya 20 orang stakeholder mulai dari Kelompok Pengelola Hutan Desa (KPHD) Sinar Wajo, perangkat desa, serta kepala dusun setempat.

Yusuf, Ketua Badan Pengembangan Desa (BPD) Sinar Wajo, dalam sambutannya mengatakan bahwa besar harapannya dengan diadakannya sosialisasi serta pertemuan dengan stake holder pengelola Pohon Asuh ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan Pohon asuh serta menjadi program unggulan terutama untuk pengembangan ecowisata di desa Sinar Wajo. “harapannya dengan adanya sosialisasi ini, kedepannya masyarakat dapat lebih mengetahui manfaat program ini dan lebih meningkatkan kualitas pengelolaan dari Pohon Asuh ini serta untuk menggali potensi ecowisata di Desa Sinar Wajo.” Ujarnya.

Emmy Primadona, pemateri dalam sosialisasi tersebut serta Koordinator Proyek REDD+ KKI WARSI, memberikan pemahaman serta pematangan konsep dari pengelolaan program Pohon Asuh. Dalam materinya Emmy lebih menekankan tentang potensi Pohon Asuh yang ada di Desa Sinar Wajo. “setiap daerah dampingan warsi yang menerapkan program Pohon Asuh, memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri sehingga orang tertarik untuk mengasuh pohon di tempat tersebut.” Ujar emmy.

Program Pohon Asuh sendiri sebenarnya telah dimulai KKI WARSI sejak tahun 2012 lalu dan praktek adopsi pohon dilakukan oleh masyarakat luas sejak tahun 2014 di Desa Rantau Kermas, Kabupaten Merangin. Karena mendapat respon positif dari masyarakat luas, maka program tersebut di duplikasi di beberapa daerah lain, salah satunya di Desa Sinar Wajo pada tahun 2016. Desa Sinar Wajo memiliki potensi tersendiri dalam hal pengaplikasian program Pohon Asuh. Potensi pohon yang dapat di asuh di hutan Desa Sinar Wajo sampai saat ini berjumlah 350 lebih pohon dengan diameter lebih dari 50 cm, namun masih banyak lagi pohon dengan kriteria yang sama dan belum teridentifikasi letak, jenis, serta ukurannya. Sehingga potensi pohon yang dapat diasuh masih diperkirakan sangat besar.

Desa Sinar Wajo merupakan desa yang berada di wilayah gambut. Sehingga perlindungan hutan serta ekologinya sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam. “Untuk program Pohon Asuh sendiri, Sinar Wajo merupakan satu-satunya desa yang berada di kawasan gambut yang menerapkan program Pohon Asuh. Hal itu dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas yang ingin meyelamatkan kawasan gambut dari pembalakan liar hingga kebakaran hutan yang sering terjadi di wilayah gambut” tambah emmy.

Selian itu, potensi ecowisata juga terbuka sangat lebar untuk desa ini. desa Sinar Wajo memiliki potensi lebih besar dibanding daerah lain yang juga menerapkan Pohon Asuh karena merupakan daerah paling dekat dengan pusat kota dibanding daerah lain. Hanya berjarak dua setengah jam dari bandara Sultan Thaha yang terletak di Kota Jambi, lebih memungkinkan orang yang ingin melihat lokasi pohon yang diasuhnya dapat langsung ke lokasi dan memerlukan waktu yang lebih singkat serta  biaya yang lebih murah dibanding jika dia mengasuh dam melihat lokasi pohon langsung di daerah lain.

KKI WARSI akan terus melakukan pendampingan di desa Sinar Wajo untuk menjaga semangat serta komitmen dari pengelola terhadap program Pohon Asuh. Berbagai potensi yang ada juga harus terus dikembangkan sehingga tujuan dari diadakannya Program Pohon Asuh untuk memberikan manfaat secara langsung untuk masyarakat disekitar hutan dapat tercapai. “Harapannya kedepan akan tetap berlanjut program Pohon Asuh yang sudah berjalan di desa SInar Wajo ini sehingga kita bisa mengembangkan potensinya agar Pohon Asuh ini dapat bermanfaat bagi masyarakat disekitar hutan hingga untuk penjagaan hutan serta lingkungan kedepannya.” pungkasnya.(Wahyu Priyanto)