Bunga kopi yang tidak lama lagi akan menjadi buah milik Ardi Dewa (45), Petani Kopi Sirukam. Dok: KKI WARSI

Pengembangan usaha komoditi kopi di Sirukam semakin menggemberikan. Ketika pada tahun 2017, LPHN mengkoordinir masyarakat untuk melakukan penanaman kopi di sekitar kawasan penyangga hutan nagari. Terakhir, diketahui berdasarkan data pemetaan ada seluas 25 ha potensi kopi yang siap untuk dikembangkan, bahkan per tahun 2020 telah dibentuk KUPS Kopi Sirukam, begitupun sekolah lapang agroforest organik yang diikuti 20 orang petani kopi periode september hingga desember 2020 lalu.

Dewi (47), anggota LPHN Sirukam tengah memetik kopi di kebun. Dok: KKI Warsi

Rabu (16/6) bertempat di kantor KPHL Solok, Koto Baru, LPHN Sirukam menerima dukungan alat ekonomi produktif dari KPHL Solok yang akan mendukung pengembangan usaha kopi berbasis perhutanan sosial. Dukungan peralatan ini berupa empat unit mesin kopi, yang terdiri dari mesin huller, pemecah kopi, penggiling, mesin roasting dan alat pengukur kadar air. Dukungan ini tidak terlepas dari usulan yang diajukan LPHN Sirukam sejak tahun 2019 lalu.

“Kami sangat bersyukur dapat menerima bantuan ini. Alat ini akan dikelola oleh KUPS Kopi Sirukam, selain akan menerima pasokan kopi dari petani Sirukam. juga akan mendukung rencana LPHN untuk pengembangan agroforestry kopi di lahan penayangga aia langang seluas 1 ha. Direncanakan akan dimulai tahun ini sebanyak 5000 bibit kopi,” Jelas Medison, Ketua LPHN Sirukam penuh harap.

Kawasan Aia Langang di sekitar Pondok Belajar LPHN Sirukam yang akan ditanami kopi seluas 1 Ha. Dok: KKI Warsi