Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyambut baik kegiatan yang dilakukan Komunitas Konservasi Indonesia di daerahnya. Dalam diskusi KKI Warsi dan Gubernur yang berlangsung di Kantor Gubernur Bengkulu Senin (20/9), Rohidin menyatakan siap untuk mendukung kegiatan Warsi di Bengkulu. KKI Warsi yang  fokus kepada pengelolaan hutan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, dianggap sejalan dengan program pemerintah untuk perlindungan ekosistem pendukung kehidupan masyarakat.

Dalam pertemuan ini, Direktur Warsi menyampaikan sejumlah kegiatan yang sudah berjalan di Bengkulu, di antaranya mendorong rekognisi wilayah kelola masyarakat melalui skema Perhutanan Sosial, Penguatan pasca rekognisi dan membangun model Payment Ecosystem Services (PES) . dalam menjalankan kegiatan ini Warsi berkolaborasi  dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi  dan CSO di Bengkulu.

Perhutanan sosial merupakan program nasional yang juga diimplementasikan di Kabupaten Bengkulu, dengan target 114.730 ha. dari target ini sudah tercapai hingga Maret 2021 seluas 53.379 ha. dari angka ini, Warsi dan mitra telah berkontribusi sebanyak 14 persen. “Kita ingin tetap Bengkulu menjadikan perhutanan sosial sebagai program pembangunan kehutanan dan pemberdayaan masyarakat,”kata Direktur KKI Warsi Rudi Syaf.

Untuk itulah menurut Rudi, saat ini dikembangkan usaha-usaha berbasis perhutanan sosial, di antaranya pengembangan produk Kopi Air Tenam yang di beri nama brand Air Tenam Kopi (ATK), pengembangan objek ekowisata dan juga mendorong keterlibatan publik mendukung masyarakat pengelola hutan melalui pengasuhan pohon yang berlokasi di hutan kemasyarakatan di Desa Air Tenam Bengkulu Selatan. “Pengasuhan pohon ini, merupakan kegiatan untuk melibatkan publik mendukung masyarakat pengelola hutan untuk menjaga hutan mereka sehingga manfaat hutan itu tetap bisa dirasakan oleh publik,”kata Rudi.

Dana pengasuhan pohon ini dikembalikan ke masyarakat desa pengelola untuk dimanfaatkan untuk perlindungan hutan dan kegiatan lainnya yang disepakati bersama oleh kelompok pengelola berdasarkan persetujuan kepala desa.

Diskusi dengan Bupati

KKI Warsi juga melakukan pertemuan dan diskusi dengan Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi. Dalam pertemuan ini Bupati menyambut baik, kegiatan Warsi di wilayahnya. Meski secara kewenangan kehutanan Kabupaten sangat terbatas, namun Bupati akan membantu perhutanan sosial utamanya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

“Ini masyarakat kami, sudah selayaknya kita berkolaborasi untuk memajukan ekonomi masyarakat. Kita tidak bisa berbicara perlindungan hutan tanpa kita bicarakan ekonomi masyarakat. Ini sangat penting bagi kita untuk membuatnya seimbang, sehingga hutan bisa tetap lestari dan masyarakat kita bisa hidup dengan baik dari sumber ekonomi mereka,”kata Bupati.

Bupati sangat berharap dengan adanya produk-produk masyarakat sekitar hutan, dinas instansi di kabupaten juga bisa berperan besar untuk mendukung mereka.

Dukungan dari kepala daerah di Bengkulu ini menjadi sangat penting untuk pemulihan hutan dan perlindungan hutan tersisa. Pengelolaan hutan secara berkelanjutan dengan melihat daya dukung lingkungan menjadi hal mutlak untuk dilakukan. Ini mengingat kondisi Bengkulu yang beberapa tahun belakangan mulai disinggahi bencana ekologi. Terjadinya bencana ekologi ini tidak bisa lepas dari keseimbangan ekosistem utamanya hutan yang mulai terganggu.

Berdasarkan data analisis citra satelit lansat TM 8 yang dilakukan unit GIS KKI Warsi  Bengkulu dengan luas dataran  1.979.515 ha, tahun 1990 54% atau 1 juta lebih  daratan masih bertutupan hutan baik. Sayangnya 25 tahun berikutnya tutupan hutan  tinggal 685.762 ha. Komitmen Gubernur dan Bupati menjadi sangat penting untuk pemulihan lingkungan dan mendukung masyarakat Bengkulu. ***